Breaking News
anak main, olahraga
Foto: Mommyasia

Inilah 3 Jenis Olahraga yang Cocok untuk Anak Sesuai Usia

Terbiasa olahraga rutin merupakan salah satu langkah hidup sehat. Selain dari pola hidup yang sehat, olahraga juga bisa menjadi salah satu hobi yang menyenangkan dan tidak menutup kemungkinan dapat membuat anak jadi seorang atlet.

Tapi, sayangnya tak semudah itu mengarahkan anak untuk senang berolahraga. Bunda harus memikirkan usia, tingkat kematangan, dan kemampuannya. Dilansir dari Mayo Clinic, berikut beberapa ulasannya:

BACA JUGA: Benarkah Diasuh Kakek-Nenek Bisa Berdampak Buruk bagi Kesehatan Anak?

1. Untuk Anak Usia 2 – 5 Tahun

Rata-rata usia balita dan anak-anak prasekolah ialah mulai menguasai banyak gerakan dasar. Tetapi mereka belum terlalu siap untuk melakukan olahraga yang terlalu terstruktur.

Nah, pada usia ini bunda bisa membiarkan anak bermain sambil berolahraga. Seperti mengajak anak untuk melakukan olahraga yang menyenangkan seperti, berlari, bermain lempar tangkap dan berenang.

2. Untuk Anak Usia 6 – 9 Tahun

Apabila anak sudah sampai pada usia ini, maka olahraga fisik yang lebih serius sudah bisa diperkenalkan kepada mereka. Seperti olahraga khusus anak sepak bola atau futsal, bermain basket, softball, senam, tenis, dan juga seni bela diri.

3. Untuk Anak Usia 10-12 Tahun

BACA JUGA: Anak Nakal Bikin Baper, Coba Terapi Peluk dan Re-framing

Sampai pada usia ini, anak mulai memiliki kemampuan yang lebih matang. Serta kemampuan untuk memahami dan mengingat strategi olahraga pun sudah mampu diingat.

Selain itu, anak-anak mulai berani untuk mencoba olahraga yang baru dan lebih rumit dari sebelumnya. Namun, faktor pubertas pada usia ini bisa berdampak pada sistem koordinasi dan keseimbangan anak sementara waktu. []

MOMMY ASIA

About Dini Koswarini

Check Also

hambatan belajar anak

Apakah Anak Anda Alami Depresi?

Sama seperti orang dewasa anak-anak mengalami perubahan perasaan. Mereka bisa merasa bosan, cemas, sedih, kecewa, malu, dan takut. Orang dewasa yang memiliki kematangan psikologis cenderung tahu bagaimana mengontrol perasaan-perasaan tersebut. Sementara anak-anak, cenderung belum bisa mengontrol dan mengelolanya dengan cara yang baik dan sehat. Penting untuk mengajari mereka keterampilan menghadapi ketakutan, menenangkan diri, dan menghibur diri.

Tinggalkan Balasan