Breaking News
Foto: Afrakids

Anak Nakal Bikin Baper, Coba Terapi Peluk dan Re-framing

Masuk masa pernikahan yang sudah diikuti oleh buntut, bukanlah suatu hal yang mudah. Sebab, ini bukan masalah hidup dengan suami dan seni mengalah pada pasangan lagi. Tapi, seni mengalah pada anak.

Apa, pada anak pun harus mengalah?

Yap, itu butuh kesabaran dan kekuatan ekstra. Soalnya, menghadapi anak tidak seperti menghadapi suami. Suami bisa paham jika kita kelelahan. Tapi anak? Apa bisa?

BACA JUGA: Waktu Berharga, Masa Pengasuhan Anak

Nah, disinilah perlunya seni mengalah pada anak. Tak jarang saat anak nangis, bunda ikut nangis juga. Jadi nangis berjamaahkan ujungnya.

Atau anak marah bunda marahin balik. Batu dilawan batu ya makin keraslah. Kalo sampai bunda main tangan, wah itu bahaya. Sebab, hubungan antara pasangan ataupun orangtua dengan anak tidak boleh ada kekerasa.

Tapi, tidak cukup sampai disana. Sebenarnya bunda pun tidak boleh marah-marah dan bentak-bentak. Begitu juga dengan ayah. Tapi, tentu saja praktiknya tidak semudah dan semulus itu.

Saat anak menangis atau marah, ada baiknya peluk erat dan tenangkan emosi anak. Lho ko gitu?

BACA JUGA: Ayo Maksimalkan Otak Anak

Coba saja dulu bund. Sebab saat anak menangis itu artinya dia sedang membutuhkan sesuatu dari kita. Dia butuh seseorang untuk membuatnya nyaman. Dengan menghadapi tangisannya, bisa memberikan rasa nyaman.

Bunda juga bisa sambil me-reframe otak agar mampumelihat suatu hal dari sudut pandang yang positif. Sebenarnya bunda tidak perlu marah-marah. Sebab anak tidak akan berulah kalau orangtua sudah memenuhi haknya dengan sebaik-baiknya. []



Artikel Terkait :

About Dini Koswarini

Check Also

hambatan belajar anak

Apakah Anak Anda Alami Depresi?

Sama seperti orang dewasa anak-anak mengalami perubahan perasaan. Mereka bisa merasa bosan, cemas, sedih, kecewa, malu, dan takut. Orang dewasa yang memiliki kematangan psikologis cenderung tahu bagaimana mengontrol perasaan-perasaan tersebut. Sementara anak-anak, cenderung belum bisa mengontrol dan mengelolanya dengan cara yang baik dan sehat. Penting untuk mengajari mereka keterampilan menghadapi ketakutan, menenangkan diri, dan menghibur diri.

Tinggalkan Balasan