Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Waktu Berharga, Masa Pengasuhan Anak

0

Bagi setiap keluarga, anak merupakan anugerah terindah. Menjadi kebahagiaan tersendiri dapat diamanahi oleh Allah SWT. Namun, nyatanya merawat anak tak semudah yang dibayangkan. Rasa lelah dan emosi kerap kali muncul pada masa proses mendidik anak.

Tapi, bunda perlu ingat. Jika semua itu tidak akan berlangsung lama. Pertumbuhan anak akan terus berlanjut sampai pada masanya anak menikah nanti dan berpisah dengan orangtua.

BACA JUGA: Terlalu Dekat dengan Ibu Bikin Anak Manja, Benarkah?

1. Di 7 tahun pertama (0-7 tahun)

Bunda harus perlakukan anak sebagai raja. Pada usia ini memasuki zona merah atau zona larangan. Bunda jangan marah-marah, jangan juga memberikan banyak larangan dan jangan rusak jaringan otak anak.

Pahami bahwa posisi anak masih kecil dan saat itu yang berkembang ialah otak kanannya.

2. Di 7 tahun kedua (7-14 tahun)

Bunda harus memperlakukan anak sebagai pembantu atau tawanan perang. Sampai pada masa zona kuning dan zona hati-hati serta waspada. Ajarkan anak-anak mandiri untuk mengurus dirinya sendiri, mencuci piring, pakaian, setrika, dll. Berikan banyak pelajaran berharga dalam kemandirian yang bermanfaat bagi masa depannya.

3. Di 7 tahun ketiga (14-21 tahun)

Nah, di usia ini bunda perlakukan anak seperti sahabat. Sampai pada Zona hijau atau sudah boleh jalan. Anak sudah bisa dilepas untuk mandiri, tapi bumbui dengan sedikit perhatian. Mereka sudah bisa dilepas sebagai duta keluarga.

4. Di 7 tahun keempat (21-28 tahun)

Anak sudah bisa diperlakukan layaknya pemimpin. Zona ini sisebut zona biru atau siap terbang. Bunda mulai persiapkan anak untuk menikah.

BACA JUGA: Ayo Maksimalkan Otak Anak

Untuk anak perempuan, keseimbangan otak kanan dan kirinya lebih cepat. Sedangkan anak laki-laki kebalikannya.

Keseimbangan otak kanan dan kiri pada anak laki-laki pun, baru tercapai sempurna di usia 18 tahun. Sedangkan anak perempuan otak kanan dan kirinya sudah cukup seimbang di usia 7 tahun. []

SUMBER: UKHUWAH ODOJ



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline