Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Kiat-kiat Agar Tidak Terjerumus Angan Panjang

0

Saat waktu senggang atau sendiri tidak jarang lamunan itu menghampiri. Bahkan kerap kali menimbulkan hayalan yang berujung pada angan-angan panjang. Ini merupakan bagian daripada penyakit kronis yang sering menimpa orang yang lemah iman dan tipisnya rasa takut pada Allah Ta’ala.

Terlebih lagi ketika setan memperindah semuanya. Hingga otak dan hati pun terus merasakan kenikmatan angan yang tak berujung, membuatnya seolah hidup seribu tahun.

BACA JUGA: Nasihat untuk Orangtua: Jagalah Waktumu

Dengan seperti itu, dapat disimpulkan betapa buruknya akibat panjang angan-angan. Pikiran yang hanya berputar disekitar kenikmatan dunia.

Fasilitas rumah mewah, barang-barang berharga, kendaraan, pasangan yang bagus rupa. NYaris waktunya tanpa diiringi bagaimana merancang kehidupan dunia dan akhirat dengan berpedoman pada perintah-Nya.

Hasan Al-Bashir berkata, ”Tidaklah seorang hamba berpanjang angan-angan melainkan akan merusak amalannya.” (Al Bayan wat Tabyin, jilid III, hal 74)

Keponakan sekaligus menantu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, Ali bin Abi Thalib berkata, “Keberuntungan menghampiri orang yang tidak mencarinya, tamak menjanjikan sesuatu yang sulit dipenuhi, angan-angan membuat buta mata orang cerdik dan siapa yang panjang angan-angan pasti menuai amal yang buruk.” (Faraidul Kalam li Khulafail Kiram, Qashim Ashar, hal 345)

Lalu apakah ada cara untuk menghadapi atau mencegah agar tidak terjerumus pada panjangnya angan-angan?

Sadari Hakikat Dunia

Pentingnya menyadari jika dunia adalah tempat persinggahan sementara. Sebab tempat tinggal sesungguhnya adalah akhirat. Yang merupakan kepastian dan tujuan hidup yang sesungguhnya.

Fudhail bin Iyadh berkata, “Sekiranya dunia itu emas yang segera fana dan akhirat seperti tembikar yang akan kekal maka seyogyanya engkau memiliki tembikar yang kekal daripada emas yang akan segera fana. Lantas, bagaimana sekiranya dunia itu sebuah tembikar yang akan segera fana, sedangkan akhirat adalah emas yang kekal.” (Mukasyafatul Qulub, hal 127).

Jadikan Akhirat Sebagai Obsesi Terbesar

Angan-angan terhadap dunia mampu merampas hak hidup yang bernilai ukhrawi. Maka dari itu, mulai merubah obsesi dan mengejar kehidupan akhirat merupakan tujuan asasi dan mengambil dunia sesuai dengan kebutuhannya.

Dalam hadis dikatakan, ”Barangsiapa obsesinya akhirat maka Allah akan mengumpulkan urusannya yang terserak, menjadikannya kecukupannya dalam hati dan dunia akan datang kepadanya dalam keadaan tunduk. Barangsiapa obsesinya adalah dunia maka Allah akan mencerai beraikan urusannya, menjadikan kefakiran didepan matanya dan ia hanya akan mendapatkan dunia apa yang telah ditentukan oleh Allah untuknya.” (HR. Ibnu Majah, dari Zaid bin Tsabit. Dishahihkan Al Albani dalam Shahihul Jami’ Ash Shoghir no. 6392)

Jangan Lupa Mengingat Kematian

Kematian merupakan nasihat bagi orang merindukan akhirat pemutus segala nikmat. Beliau berwasiat, “Rasulullah pernah membuat sebuah garis seraya bersabda, “ini adalah manusia.” Lalu beliau membuat garis lagi di sampingnya seraya berkata, “Ini adalah ajalnya.” Lalu beliau membuat garis lain yang jauh dari garis sebelumnya serta bersabda, ”Ini adalah angan-angannya.” Ketika ia berada seperti itu tiba-tiba datanglah garis yang paling dekat (ajalnya)” (HR. Bukhari)

Loading...

BACA JUGA: Jangan Sia-siakan Waktu Mudamu!

Dalam artian kata, angan-angan manusia terkadang membuatnya lupa akan ajal yang lebih dekat dan cepat mengahampirinya.

Maka untuk meraih keindahan dialam akhirat nanti, bukan sekedar angan-angan semu namun kita harus beramal, bersemangat, meraih kemuliaan dan menapaki jalan menuju cita-cita yang diridhai-Nya. []

Sumber: Ayo Melesat ke Surga!, Dr. Kholid Abu Syadi WIP, Wacana Ilmiah Press, 2008 | Senjakala Bidadari, Zainal Abidin bin Syamsuddin dan Ummu Ahmad Rifai, Imam Bonjol Jakarta



Artikel Terkait :

Loading...

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline