Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Nasihat untuk Orangtua: Jagalah Waktumu

0

Seringkali orangtua berusaha mendidik anak-anaknya untuk menjaga waktu mereka dan memanfaatkan masa mudanya. Tapi, selaku orangtua sendiri masih sibuk dengan hal yang tak menimbulkan banyak manfaat.

Kegelisahan memang kerap kali dialami. Sama seperti yang dialami oleh para sahabat radhiyallahu ‘anhum.

BACA JUGA: Nasihat Emas Imam Syafi’i

Diriwayatkan dari juru tulis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Handzalah Al-Usaidi radhiyallahu ‘anhu. Beliau berkata, “Aku bertemu dengan Abu Bakar, dan beliau berkata, ‘Apa kabarmu, wahai Handzalah?’

Aku berkata, ‘Handzalah telah menjadi orang munafik.’

Abu Bakar berkata, ‘Subhanallah, apa yang Engkau katakan?’

Aku berkata, ‘Ketika kita duduk bermajelis di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau mengingatkan kita tentang neraka dan surga, seakan-akan keduanya ada di depan mata kita. Namun ketika kita pulang, kita sibuk dengan istri, anak-anak dan juga aktivitas bisnis (pekerjaan) kita, maka kita pun menjadi lupa akan banyak hal.’

Abu Bakar berkata, ‘Demi Allah, aku juga mengalami hal seperti itu.’

Aku dan Abu Bakar pun pergi dan menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, Handzalah sudah menjadi seorang munafik.’

Rasulullah berkata, ‘Ada apa ini?’

Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, ketika kami di sisimu, Engkau mengingatkan kami tentang neraka dan surga, sampai seakan-akan ada di depan mata kami. Ketika kami pulang, kami sibuk dengan istri, anak-anak dan aktivitas pekerjaan kami, sehingga kami pun menjadi lupa akan banyak hal (tentang akhirat, pen.).

BACA JUGA: Rasulullah Anjurkan Tiga Waktu yang Tepat untuk Bimbing Anak

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Demi Allah Yang jiwaku ada di tangan-Nya, seandainya kalian terus-menerus berada dalam kondisi sebagaimana kalian pengajian bersamaku dan berdzikir, niscaya malaikat akan menjabat tangan-tangan kalian baik ketika di rumah atau di jalan-jalan. Akan tetapi wahai Handzalah, sesaat dan sesaat.’” (Nabi katakan hal ini tiga kali.) (HR. Muslim no. 2750)

Adapun maksud dari perkataan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam “Sesaat dan sesaat” ialah, ada waktu ketika kita sibuk menuntut ilmu, ada waktu khusus untuk kita beribadah kepada Allah Ta’ala, dan ada waktu tersendiri ketika kita bermain, bercanda dan bercengkerama dengan keluarga. Wallahu Ta’ala a’lam. []

SUMBER: MUSLIMAH



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline