Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Pasangan Muda Sering Bertengkar, Begini Solusinya!

0

Suatu aktivitas yang dinilai sebagai ibadah terpanjang adalah pernikahan. Karena waktunya yang panjang itu segala hal bisa menjadi persoalan yang menimbulkan pahala juga dosa.

Hal yang pasti dialami oleh semua pasangan salah satunya adalah pertengkaran, mungkin remeh tapi perlu diantisipasi dampaknya. Pertengkaran harus segera diselesaikan dan dicari jalan keluarnya.

Dalam setiap pertengkaran tidak ada hati yang bisa merasa nyaman. Biasanya pikiran kalut dan emosi meledak-ledak. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menyelesaikan pertengkaran.

1. Berhenti beradu argumen

Stop beradu argumen ketika belum menemukan titik temu. Jangan teruskan. Ambil jeda dan hentikan pembicaraan tentang topik yang sedang dipertentangkan karena jika diteruskan akan malah memantik emosi di dalam diri. Beri waktu pada diri sendiri untuk merenungi apa yang tengah terjadi.

2. Tenangkan pikiran

Ambil nafas dalam-dalam dan hembuskan. Ucapkanlah istighfar, segeralah berwudhu dan mohonlah petunjuk Allah atas segala persoalan yang tengah dihadapi.

BACA JUGA: 5 Cara Suami Memperlakukan Istri dengan Baik

3. Fokuslah pada masalah

Renungkan dalam-dalam persoalan yang ada dan pikirkan masak-masak, apa langkah selanjutnya yang akan diambil. Jika pikiran dan hati sudah tenang, siapkan diri untuk melanjutkan diskusi. Diskusi lho ya bukan melanjutkan pertengkaran.

Dalam mencari titik temu, suami istri perlu sikap salamatus sadr, saling berlapang dada. Berkompromilah untuk mendapat kata sepakat. Dan ingatkan pasangan ketika pilihannya sudah menyimpang dari tujuan rumah tangga. Yang perlu diingat, segala keputusan harus bermuara pada damainya rumah tangga.

Fokus pada masalah yang ada, tidak perlu melebar kemana-mana. Tidak perlu mempersoalkan dosa-dosa atau kesalah pahaman yang lalu atau hal-hal yang belum terjadi. Itu sama saja mencari persoalan baru.

4. Mari bicara

Gunakan gaya bahasa yang konstruktif. Di sinilah perlunya menenangkan pikiran dan hati. Karena ketika hati dan pikiran sudah tenang maka gaya bahasa kita pun akan lebih tenang dan tidak memantik emosi lawan bicara kita.

Jangan terbawa emosi yang kemudian malah membuat kata-kata kita menyerang pasangan. jika sudah begitu maka pasangan akan mempertahankan diri dan balik menyerang. Akhirnya inti persoalannya tidak akan pernah dibahas dan tidak terselesaikan. Kita malah menciptakan luka baru dan permasalahan baru.

BACA JUGA: 7 Alasan Mengapa Suami Harus Sering Peluk Istri

Loading...

Gaya bahasa yang konstrukstif misalnya saat kondisi keuangan sedang tidak stabil. Jangan sampai istri mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan hati suami, “Papah sih cari uangnya nggak benar!” Suami pasti akan mempertahankan diri dengan kalimat, “Enak saja, kamu tuh yang boros banget!” Buntutnya bertengkar tiada usai.

Pertengkaran terkadang sebuah sinyal pasangan kita agar kita segera memberi perhatian dengan apa yang tengah ia rasakan. Ketika pertengkaran bisa diambil jalan keluarnya dengan cara yang baik, masing-masing memahami apa yang tengah terjadi dan berlapang dada dengan keputusan yang diambil, maka pernikahan kita semakin melaju ke depan. In syaa Allah. []

SUMBER: CHANNEL MUSLIM



Artikel Terkait :
Loading...
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline