Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Bertanya “Mau Minum Apa?” pada Tamu, Bagaimana Pandangan Islam?

0

Dalam islam memuliakan tamu sangat dianjurkan. Meski untuk melakukannya merupakan suatu hal yang cukup sulit. Maka dari itu, Allah telah janjikan banyak pahala bagi mereka yang pandai memuliakan tamu.

Untuk mempermudah kita menjalankannya, berikut ini ada beberapa adab menerima tamu. Sebab, sebagai makhluk sosial, tentunya kita akan dikunjungi atau mengunjungi satu sama lain.

BACA JUGA: Kapan Waktu Terbaik Bertamu

Pernahkah bertanya, “Mau minum apa?” ketika ada kawan atau saudara yang berkunjung?

Jika pernah, maka jangan ulangi lagi ya. Sebab islam memiliki suatu sudut pandang terhadap hal ini. Memangterkadnag kita berpikir hematnya saja. Tuan rumah hanya perlu membawakan apa yang dia inginkan, apabila dia tidak menginginkannya maka tidak usah repot-repot menyajikannya.

Padahal tidak seperti itu. Justru terkadang tamu akan merasa segan dan bingung untuk menjawabnya.

Lalu, bagaimana hukumnya mengenai hal ini?

Adapun salah satu adab yang disebutkan dalam kitab Ihya’ Ulum Ad-Diin karya Imam Al-Ghazali, “Adab keempat: Janganlah seseorang mengatakan pada tamunya, “Mau tidak saya menyajikan engkau makanan?” Akan tetapi yang tepat, tuan rumah pokoknya menyajikan apa yang ia punya.

BACA JUGA: Ukhti, Jangan Menerima Tamu Lelaki Saat Suami Tidak di Rumah

Imam Sufyan Ats-Tsauri menyebutkan, “Jika saudaramu mengunjungimu, maka jangan bertanya padanya, ‘Apakah engkau mau makan?’ Atau bertanya, ‘Apakah aku boleh sajikan makan untukmu?’ Akan tetapi yang baik, jika ia mau makan apa yang disajikan, syukurlah. Jika tidak mau menikmatinya, tinggal dibereskan sajian tersebut.” (Ihya’ ‘Ulum Ad-Diin, terbitan Darul Ma’rifah, 2: 12, penomoran Maktabah Syamilah)

Nah, dengan menerapkan adab ini maka pihak tuan rumah ataupun tamu tidak akan mengalami kesulitan. Itulah indahnya adab seorang muslim yang dicontohkan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. []

SUMBER: RUMAHSYO



Artikel Terkait :
Loading...
Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline