Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Hukum Menolak Tamu dalam Islam

0

Saat seseorang ingin bersilaturahim seringkali mereka berkunjung ke rumah sanak sodara atau temannya. Tapi, terkadang tidak semua orang suka didatangi tamu. Padahal hikmah silaturahmi itu cukup luas. Bahkan, memuliakan tamu juga merupakan suatu kewajiban bagi tuan rumah.

Lalu, bagaimana hukumnya apabila menolak tamu?

Dalam hadis bukhari, “Barang siapa beriman kepada Allah maka muliakanlah tamunya.”

BACA JUGA: Bertanya “Mau Minum Apa?” pada Tamu, Bagaimana Pandangan Islam?

Dalam Islam sendiri tidak memperbolehkan untuk menolak atau bersikap buruk pada tamu, sebab islam mengajarkan hubungan baik tidak saja dengan Allah, tetapi juga dengan sesama manusia.

Adapun menolak tamu yang diperbolehkan, yaitu apabila tamu tersebut dikhawatirkan akan membawa fitnah atau mendekatkan kepada perbuatan maksiat.

Adapun penjelasan lengkap mengenai hukum tersebut berdasarkan firman Allah dan hadist hadist Rasulullah.

Tidak Sesuai dan Tidak Mengikuti Teladan Nabi dan Rasul

Teladan baik telah diberikan dan dicontohkan oleh para Nabi dan Rasul, salah satunya tentang teladan dalam memperlakukan tamu, simak firman Allah berikut, “Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tamu Ibrahim (malaikat) yang dimuliakan? Ingatlah ketika mereka masuk lalu megucapkan salam, maka dia pergi diam diam menemui keluarganya kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk yang dibakar lalu dihidangkan pada mereka”. (QS Adz Dzaryat).

Saat itu Nabi ibrahim menerima tamu seseorang yang tidak dia dikenal sebelumnya. Lalu beliau memperlakukan tamu tersebut dengan baik, bahkan menghidangkan makanan untuk tamunya. Maka, setelah itu terungkaplah jika tamu itu merupakan malaikat utusan Allah.

Tidak Memuliakan Tamu Membuatnya Jauh dari Kebaikan

“Tidak ada kebaikan bagi orang yang tidak menjamu (menolak) tamu”. (HR Ahmad 2434).

Adapun kebaikan yang dimaksud dalam hadist tersebut ialah berhubungan dengan rejeki, hubungan persaudaraan atau silaturahmi, dan prasangka orang lain.

Sama Seperti Menolak Berkah

Diriwayatkan, pada jaman Rasulullah ada seorang lelaki yang sennag menerima tamu, namun tidak dengan istrinya. Sikap tidak baik kerap ditunjukan oleh istrinya. Maka lelaki tai bercerita pada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.

Beliau memberi perintah agar istri si lelaki tadi memperhatikan tamu pada saat keluar rumah. Lelaki tersebut menyampaikan pesan itu pada istri nya.

Loading...

Istri nya menjalankan apa yang diperintahkan. Ia melihat pada saat tamu masuk ia melihat mereka membawa daging dan buah buahan, namun pada saat keluar mereka membawa ular dan kalajengking.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalllam bersabda, “Kedatangan tamu ke rumah mendatangkan karunia yang banyak dan pada saat pergi mereka membawa keluar berbagai bencana.”

Tuan Rumah Menolak Rejeki

“Sesungguhnya seorang tamu yang datang mengunjungi seseorang membawa rejeki untuk orang tersebut dari langit, apabila ia makan sesuatu Allah akan mengampuni penghuni rumah tersebut.” (HR Muslim)

Rezeki yang dimaksud bukan hanya sekedar makanan atau materi lainnya. Tapi, juga bisa berupa kabar gembira dan yang lainnya.

Menghalangi Malaikat Menebarkan Rahmat

Diantara para malaikat Allah ada yang mendapatkan tugas untuk berkeliling menebar rahmat kepada umat manusia. Sehingga seluruh penghuni rumah tersebut bisa merasakan kedamaian, dan ketentraman rohani yang senantiasa mengalir.

BACA JUGA: Ukhti, Jangan Menerima Tamu Lelaki Saat Suami Tidak di Rumah

Menjauhkan Diri dari Kunci Surga

Di dalam suatu riwayat, dari Ibnu Abbas, ketika para sahabat Rasul berkumpul, seseorang masuk dan bertanya, “Wahai sahabat Rasulullah, apakah kalian telah mengatakan bahwa tamu itu kuncinya surga?” Ibnu Abbas menjawab: “Ya betul, kami mendengarnya dari Rasulullah dan beliau bersabda, “Apabila datang tamu seorang muslim maka bersamanya malaikat yang mencatat untuk tuan rumah kebaikan dan menulisnya untuk setiap sesuap makanan yang dimakan oleh tamu dengan 1000.000 kebaikan dan juga menghapus 100.000 kejelekan dan juga diangkatnya dengan 100.000 derajat. Dan tidak ditulis kejelekan baginya kecuali tamu itu telah pergi 40 hari dan itu semua diberikan Allah SWT”.”

Wallahu alam. []

DALAM ISLAM



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline

Lewat ke baris perkakas