Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Masih Suka Tidur Depan TV Menyala? Ketahui Dampak Buruknya

0

Tak jarang anak susah diajak makan gara-gara nonton tv. Begitu juga dengan tidur, seringnya mereka lebih asik berada di bawah cahaya televisi. Meskipun membuat mereka terlelap, tapi ternyata pakar kesehatan menyebut kebiasaan ini bisa membahayakan bagi tubuh lho.

Apalagi bila terlalu sering tidur di depan televisi yang menyala. Akibatnya akan membuat anak lebih rentan terkena insomnia. Tanpa disadari yang membuat mereka tidur ialah radiasi cahaya biru dari dari layar peralatan elektronik yang mengganggu produksi hormon yang membantu kita untuk tidur dengan terlelap.

BACA JUGA: Bayi Tidur dengan Orangtua Dapat Turunkan Angka Kematian, Benarkah?

Nah, apabila mata sudah terlelap tidur dengan kondisi televisi masih menyala, ternyata mata dan telinga masih bekerja untuk menerima paparan cahaya dan suara dari televisi lho. Karena meski mata terlelap, faktanya mata masih mampu menangkap cahaya meskipun samar-samar.

Otak pun masih bisa menerima sinyal, sehingga tidak benar-benar beristirahat dan membuat tubuh pun akan tidak bisa istirahat dengan nyenyak.

BACA JUGA: Tidur Sehabis Subuh? Ini Pandangan Islam dan Penjelasan Medisnya

Tubuh yang pegal-pegal dan kurang bugar akan menyapa saat bangun dari tidur. Jangan heran itu terjadi akibat tidur di depan televisi yang masih menyala. Bahkan, menurut para ahli dari University of Pennsylvania, Amerika Serikat pada 2009 lalu fakta menunjukan bahwa kebiasaan ini membuat durasi tidur menurun dan akhirnya membuat kita lebih rentan terkena depresi.

Setelah tahu faktanya, alangkah jauh lebih baik tidur di tempat yang terpisah dengan televisi dan matikan peralatan elektronik, termasuk ponsel saat tidur malam demi menjaga kesehatan. []

SUMBER: DOKTER SEHAT



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline