Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Bayi Usia 6 Bulan Makan Nasi? Kenali Resikonya

0

Sistem pencernaan bayi yang belum matang membuatnya tidak boleh diberi makanan padat sebelum waktunya. Saat sampai di usia 6 bulan, barulah sistem perncernaan itu mulai siap untuk mengolah makanan padat.

Sangat penting bagi orangtua mengenali makanan padat apa saja yang diperbolehkan untuk bayi usia 6 bulan. Sebab terkadang karena ketiktahuan orangtua menyebabkan mereka memberikan makanan sembarang pada bayi, bahkan nasi sekalipun.

BACA JUGA: Sebelum Coba Memakainya, Kenali Kegunaan Bedak Bayi Ini

Untuk mengatasi kurangnya informasi, berikut ini ada beberapa resiko yang harus bunda ketahui terkait pemberian nasi pada bayi usia 6 bulan.

1. Ada Kemungkinan Bayi Tersedak

Refleks dan antibodi yang belum sempurna membuat bayi belum memiliki kemampuan seperti orang dewasa dalam mengunyah makanan seperti nasi, dan dapat menyebabkan masalah pada pencernaannya.

Masih berkaitan dengan kemampuan refleks mengunyah dan menelan pada bayi yang belum sempurna, adanya kemungkinan bayi akan tersedak. Barulah setelah itu disusul oleh masalah pencernaan.

Belum lagi kebersihan makanan pun berpengaruh. Apabila kebersihannya tidak dijaga, dapat menyebabkan bayi lebih mudah mengalami infeksi.

2. Risiko Malnutrisi Lebih Besar

Resiko bayi mengalami kelebihan maupun kekurangan zat gizi pun kemungkinan terjadi. Ini diakibatkan dari pemberian makanan padat sebelum waktunya.

Masih berhubungan dengan gizi bayi. Kelebihan berat badan atau obesitas akan mengancam bayi apabila makanan tersebut melebihi kebutuhan kalori bayi sehari-hari.

Dilansir dari Hellosehat.com, menurut Kelly Scanlon, peneliti di Center of Disease Control bagian Gizi, Aktivitas Fisik, dan Obesitas, menyatakan bahwa beberapa penelitian menunjukkan bayi yang diberi makanan padat sebelum waktunya memiliki risiko menderita penyakit kronis seperti diabetes, kegemukan, dan penyakit celiac.

BACA JUGA: Begini Cara Buat MPASI Pisang Mangga untuk Bayi Usia 7 Bulan

Terkadang ibu cenderung menganggap bayi sudah kenyang apabila telah diberi makanan, sehingga pemberian ASI pun dilewatkan. Ini dapat menyebabkan komponen-komponen penting yang terdapat di ASI tidak didapatkan oleh bayi.

Untuk bayi, ASI mengandung zat gizi yang dibutuhkan dengan kualitas dan kuantitas yang pas. Apabila menggantikannya dengan makanan padat, maka akan membuat bayi justru kekurangan zat gizi. []

SUMBER: HELLO SEHAT



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline