Breaking News
Foto: Mapio.net

Dr. Sa’diah binti Syaikh Bahmid, Ahli Fiqih dari Palu Barat

Dr. Sa’diah binti Syaikh Bahmid dikenal sebagai pengasuh pondok pesantren Al-Khairat, Palu Barat sekaligus sebagai muslimah yang mumpuni dalam perkara fiqih.

Beliau pertama kali belajar agama dengan Syekh Idrus bin Salim al-Jufri (keponakan pendiri pesantren Al-khairat). Sa’diah bercita-cita untuk menjadi dokter. Namun hal tersebut gagal dicapai akibat beliau merasa sebagai “penjijik” . Akhirnya beliau memutuskan untuk terus belajar agama.

Suatu ketika Sa’diah mengutarakan keinginannya untuk meneruskanbelajar di luar negri. Namun ia gagal dalam seleksi program studi ke luar negri  yang diadakan Al-Khairat. Tidak mau menyerah Sa’diah mencari-cari informasi dengan mandiri.

Ia mencari informasi universitas yang diinginkannya dan jalur beasiswa yang tersedia. Beberapa kawannya mengejek usaha Sa’diah. Namun Sa’diah berpegang teguh pada prinsipnya “fa idza ‘azamta fatawakkal ‘alallah.” Akhirnya Ia pun diterima di Al-Azhar, Mesir.

Usai menempuh pendidikan sarjananya. Kawan-kawan Sa’diah meminta beliau untuk segera pulang. dan jangan berlama-lama di Mesir. Tapi Sa’diah justru berkata “Saya mau mengambil magister”. Mendengar itu kawan-kawannya pun meremehkan.

Namun karena keyakinannya pun akhirnya Sa’diah berhasil mendapat gelar magister.

Banyak perkataan miring tentangnya yang berlama-lama di luar negri. Bahan ada yang mengangga Sa’diah adalah TKW karena penampilannya yang sederhana.  Banyak ujian menerpa hidup Sa’diah. Dimulai konsultasi yang ditolak pembimbing, ujian-ujian yang sering dinyatakan tidak lulus, hingga meninggalnya suami Sa’diah  (seorang mufti dari Yaman) karena sakit.

Namun Sa’diah tetap berpegang teguh pada prinsipnya. Ia yakin bahwa Allah akan selalu mengirimkan pertolongan-Nya. Menurutnya niat dan hati yang bersih akan menghantarkan pada do’a yang dikabulkan. Akhirnya pada tahun 1999 Sa’diah yang sederhana dan penyabar berhasil menuntaskan gelar Doktornya setelah 20 tahn belajar di Mesir di perguruan yang sama. Ia bergelar doktor dibidang fiqih Islam.

Sa’diah menjadi dosen di STAN dan Unisa Palu. Meski pun sudah tidak muda lagi. Sa’diah tetap gemar berpuasa, mengaji dan banyak berdo’a serta keyakinannya yang tetap tinggi pada pertolongan Allah senantiasa ditularkan kepada murid-muridnya.

Kisah Sa’diah dan keyakinannya meski digoyahkan banyak cacian tentu sangat menginsirasi. Maka jangan pernah menyerah pada mimpimu muslimah. Pertolongan Allah akan selalu ada bagi hambanya yang bersungguh-sunggu dan tawakal. []

Sumber                        :  Untuk Muslimah yang Tidak Pernah Lelah Berdakwah, Rochma Yulika dan Umar Hidayat, Darul Uswah: Yogyakarta, 2009

 



Artikel Terkait :

About Karisa Pyeli

Check Also

12 Inspirasi Desain Mushola Kecil di Rumah

Musala meskipun ukurannya minimalis, jika bersih dan nyaman, pasti akan membuat kita semakin khusyuk saat beribadah. Ingin menghadirkan musala di rumahmu meski hanya berukuran minimalis?

Tinggalkan Balasan