Breaking News

Begini Cara Rasulullah Merawat Balita

Pada usia dua tahun hingga balita , bayi yang mungil itu sudah mulai terbiasa dengan orang-orang baru disekitarnya. Ia mulai mengenali ayah, ibu dan saudara-saudaranya. Pada tahap ini mereka sudah dapat merasakan kasih sayang, amarah, dan sudah dapat berkomunikasi walau belum terlalu lancar.

Pada usia inilah pembentukan karakter anak dibentuk, sebagaimana dikatakan Ibnu Sina, “Ketika si anak sudah disapih maka pembentukan karakternya dimulai, ahlaknya dilatih, sebelum ia diserang oleh perangai yang tercela.”

Selain cara menunjukan kasih sayang seperti dibahas sebelumnya. Yakni dengan Memberikan makanan terbaik, memberikan pakaian yang pantas,Mengajak bercanda, memanggilnya penuh kasih, mencium tanda sayang, dan memangku penuh kasih. Masih ada cara yang dapat menunjukan kasih orang tua terhadap anaknya yakni sebagai berikut,

  1. Mengusap kepala

Diriwayatkan dari Ja’far bin Khalid , dari ayahnya, dari Abdullah bin Ja’far bahwa Nabi Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengusap kepalanya tiga kali, seraya berdo’a, “Ya Allah, gantikanlah Ja’far dalam (menjaga) keluarganya.” (H.R Ath-Thabrani [206])

  1. Membawa anak naik kendaraan

Sesekali ajaklah anak-anak balita pergi dengan kendaraan. Hal tersebut dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi anak. Rosulullah pu pernah membawa Abdullah bin Ja’far, Hasan dan Husain menunggangi kendaraannya.

  1. Memperhatikan penampilannya

Jnagan sampai penampilan anak tidak mencerminkan bahwa ia berasal dari keluarga muslim. Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr, dia berujar: Nabi saw melihatku memakai dua lembar kain yang dicelup dnegan warna kuning. “Apakah ibumu yang menyuruhmu memakai ini?” tanya beliau saw. “Bolehkah aku cuci saja?” tanyaku. Namun beliau bersabda,”Sebaiknya, bakar saja!” (H.R Muslim [2077]

  1. Mengawasi kegiatan anak

Rosulullah saw mengawasi prosesi pemangkasan rambut keponakan-keponakannya. Rosulullah tidak membiarkan mereka pergi sendiri ke tukang pangkas

  1. Mencari anak saat merasa kehilangan

Rosulullah saw bergegas mencari cucunya ketika keduanya luput dari pengawasan.

DarI Salman r.a: Kami sedang bersama Rosulullah, waktu Ummu Aiman r.a datang dn mengatakan. “ Wahai Rosulullah, Hasan dan Husain menghilang!” Waktu itu sedang tengah hari. Rasulullah saw bersabda, “Ayo kita cari kedua anak (cucu)-ku itu”

Orang-orang pun berpencar. Smentara aku mengikuti Rosulullah yang terus mencari sampai ke lereng bukit. Ternyata Hasan dan Husain ditemukan sedang saling berpelukan erat satu sama lain karena ada seekor ular yang berdiri siap mematuk mereka dengan lidah bercabang seprti api. Rosulullah saw pu segermengusir ular tersebut.  Melihat Rosulullah saw ular itu pun pergi lalu menyusup ke bebatuan. Kemudian beliau mendekati mereka, memisahkan pelukan mereka , dan mengusap wajah mereka. Lalu berkata kepada mereka, “Demi ayah dan ibuku, betapa mulianya kalian berdua dimata Allah.”

Rosulullah saw meggendong mereka masing-masing diatas pundak kanan dan kiri. Aku berujar,”Betapa beruntungnya kalian berdua. Da sebaik-baikorang adalah orang yang sedang kalian naiki.” Rasulullah saw pun bersabda, “Sebaik-baik penunggang adalah mereka berdua meski ayah mereka lebih baikk dari mereka.” ((H.R Ath Thabrani[2677])

Pada usia balita jangan berlaku kasar pada anak. Perhatikanlah mereka sebagaimana Rosulullah mencontohkan. Jangan biarkan tabiat buruk menyerang mereka akibat buruknya perlakuan orang tua. []

Sumber            : Cara Nabi Mendidik Anak Perempuan, Misan usan dan Armmansyah, Pro U media: Jogjakarta, 2016

 



Artikel Terkait :

About Karisa Pyeli

Check Also

Cara Jaga Daya Tahan Tubuh Anak

Sistem kekebalan tubuh anak yang masih dalam perkembangan, membuat anak lebih rentan jatuh sakit. Apabila si Kecil sering jatuh sakit, proses tumbuh kembang tentunya tidak dapat berjalan dengan optimal.

Tinggalkan Balasan