Breaking News
linkdln

Apa Jadinya Jika Anak dibesarkan dengan Terlalu Banyak Kasih Sayang?

Diantara peranan orang tua sangat penting terutama disaat usia anak masih balita. Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baik perlakuan, ia belajar keadilan. Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaanJika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyayangi dirinya. Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan. Cara membesarkan anak dengan penuh cinta diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Memanggilnya penuh kasih

Dianjurkan memanggil dengan panggilan yang lembut seperti nak, sayang, dede atau panggilan lain yang disukai.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a bahwa Rosulullah saw bersabda,”Janganlah kalian memanggil dengan sebutan ‘wahai budakku’, ‘wahai budak perempuanku’, karena kalian semua sama hamba Allah dan istri-istri kalian punjuga hamba Allah. Tapi katakanlah, ‘anakku’,’anak gadisku’,  ‘anak bujangku’, dan ‘putriku’.” (H.R Muslim [2249])

Begitu luhurnya budi pekerti Rosulullah. Seorang budak pun harus dipanggil dengan baik. Terlebih anak kita sendiri.

2. Mencium Tanda Sayang

Mencium anak dapat meningkatkan hubungan emosional dengan orang tuanya. Selain itu orang tua pun akan merasakan kebahagiaan dengan mencium putra-putri mereka.

Dalam Riwayat Abu Hurairahu’Anhu, Bahwa Rosulullah saw mencium Hasan bin Ali. Kejadian itu disaksikan oleh Al-Aqra’ bin Habis At-Tamimiy yang sedang duduk. “Aku punya sepuluh anak. Tak satu pun dari mereka yang kuciumi,“ komentar Al-Aqra’ mengenai apa yang dilihatnya. Rosulullah saw pun meliriknya seraya bersabda, “Orang yang tidak penyayang tidak akan disayang.” (H.R Al-Bukhari [5997])

3. Memangku penuh Kasih

Pangkuan akan membuat anak diam ketika menangis, tertidur ketika mengantuk, dan menghadirkan perasaan tentram dan damai.

Rosulullah pun sangat gemar memangku anak kecil. Tidak hanya cucu dan anaknya, anak orang lain pun Rosulullah tak segan menggendongnya.

Diriwayatkan dari Ummu Qais binti Mihshan, dia bercerita:

“Saya menemui Rosulullah saw bersama seorang anak saya yang belum makan apa-apa(selain ASI), tetapi anak saya  itu buang air kecil. Beliau sallallahu ‘Alaihi Wassalam meminta diambilkan air dan memerciki (bekas air seni)-nya itu dan tidak mencucinya.” (H.R Bukhari [223] dan Muslim [287])

Kepada Hadist terebut Syeikh Jamal Abdurahman berkomentar, “Salah satu ahlak Rosulullah saw adalah bahwa beliau pernah dibawakan seorang anak kecil, yang kemudian beliau dudukan dipangkuan beliau. Bahkan ketika anak itu buang air kecil saat beliau pangku, Nabi saw tidak mengangkatnya agar keluarga anak itu tidak menyangka bahwa beliau saw,sudah bosan memangkunya.”

Sumber: Cara Nabi Mendidik Anak Perempuan, Misan Jusan dan Armmansyah, Pro U media: Jogjakarta, 2016

https://dokterasuransi.wordpress.com

 

 



Artikel Terkait :

About Karisa Pyeli

Check Also

Cara Jaga Daya Tahan Tubuh Anak

Sistem kekebalan tubuh anak yang masih dalam perkembangan, membuat anak lebih rentan jatuh sakit. Apabila si Kecil sering jatuh sakit, proses tumbuh kembang tentunya tidak dapat berjalan dengan optimal.

Tinggalkan Balasan