Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Pandangan Islam terhadap Fashion Show

0

Semakin majunya jaman, maka wanita semakin erat dengan dunia fashion. Maka tak perlu heran jika semakin berkembangnya jaman, semakin merebaknya busana muslim. Tak hanya sekedar produknya saja, bahkan modelnya pun seorang Muslimah.

Bermunculan pagelaran fashion show busana (baju) Muslimah, membuat sebagain orang bertanya-tanya. Bagaimana hukum fashion show dalam islam?

BACA JUGA: 6 Cara Gunakan Cuka Apel untuk Kecantikan

Adakah syarat-syarat bagi para peraga busana Muslimah itu?

Aturan fashion show menurut islam sendiri ada

1. Pakaian yang menutup aurat

Sejalan dengan surah al-Ahjab ayat 59 yang artinya, “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Wanita diharuskan memakai hijab yang syar’i. Menutup seluruh anggota tubuh wanita yang menjadi aurat. Pakaiannya tidak berwarna mencolok, tidak transparan dan tidak menyerupai pakaian laki laki serta tidak pula menyerupai pakaian non muslim.

2. Acara yang dilakukan halal yakni berhubungan dengan musik dalam islam

Di acara itu, tidak boleh ada musik yang jelas dilarang oleh islam. Tidak boleh ada khamr (minuman keras), minuman yang memabukan lainnya, serta makanan (konsumsi) yang tidak jelas kehalalannya.

3. Jangan memamerkan aurat dan penuhi adab dalam Islam sendiri

Adapun pelaksanaan acaranya itu tidak boros, peraga busana berpakaian yang sopan dan ini yang terpenting, jika acara tersebut hanya dikhusus untuk wanita.

Sementara islam sendiri mengharamkan jika dalam peragaan busana (baju) tersebut bukan memperagakan busana (baju) yang sesuai dengan ketentuan dalam Islam. Serta tidak dihadiri oleh kaum laki-laki.

Dalam make up pun jangan bertabarruj. Pengertian tabarruj sendiri ialah berhias dengan memperlihatkan kecantikan dan keindahan tubuh, termasuk wajah.

Ibnu Qatadah memperjelas apa yang dimaksud dengan wanita yang jalannya dibuat-buat serta genit. Didefinisikan bahwa itu sebagai wanita yang keluar rumah dengan berjalan di hadapan laki-laki.

4. Kegiatannya bersifat dakwah islam

Loading...

Adapula diperbolehkannya seorang wanita tampil di depan dengan catatan untuk kegiatan yang bersifat dakwah, syiar Islam, mengasah kemampuan tanpa berusaha untuk menarik perhatian lawan jenis. Tentu hal ini bisa berlaku pada beberapa jenis kompetisi yang biasa digelar.

5. Melakukannya dengan Niat Menunjukkan Baju Muslim yang Sesuai Syariat Islam

Jika catwalk itu diniatkan untuk hal yang baik, maka tidak masalah. Tapi, apabila hal itu diniatkan untuk memperlihatkan kecantikan tubuh, dapat disimpulkan sendiri bila hal itu tidaklah baik.

BACA JUGA: Tips Busana bagi Muslimah yang Bertubuh Kurang Ideal

6. Tidak untuk Mengeksploitasi Wanita

Maksudnya ialah tujuan dari peraga busana itu hanya mempromosikan busananya, bukan menyertai dengan memperlihatkan kecantikan dan kemolekan modelnya.

Di dalam Kitab an-Nidzom al Ijtima’iy menyebutkan bahwa tidak mengapa seorang wanita bekerja sebagai model sebuah produk. Dengan catatan gambar dalam model tersebut tidak mengeksploitasi kemolekan dan kecantikan seorang wanita. Namun, apabila terdapat unsur mengeksploitasi tubuh dan kecantikan sebaiknya dihindari. []



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline