Breaking News
Foto: Fox News

Cara Memberi Kasih Sayang pada Anak seperti Nabi

Pada usia dua tahun hingga balita, bayi yang mungil itu sudah mulai terbiasa dengan orang-orang baru disekitarnya. Ia mulai mengenali ayah, ibu dan saudara-saudaranya. Pada tahap ini mereka sudah dapat merasakan kasih sayang, amarah, dan sudah dapat berkomunikasi walau belum terlalu lancar.

Pada usia inilah pembentukan karakter anak dibentuk, sebagaimana dikatakan Ibnu Sina, “Ketika si anak sudah disapih maka pembentukan karakternya dimulai, ahlaknya dilatih, sebelum ia diserang oleh perangai yang tercela.”

Pada usia balita hal yang harus kedua orang tua lakukan adalah menunjukan kasih sayang. Berbagai cara seederhana dapat dilakukan untuk membangun ikatan emosional dengan buah hati. Misalnya dengan mengusap kepalanya, menyuapinya, memangkunya, menciumnya, dan hal naluriah lainnya yang biasa dilakukan orang tua.

Walau pun terlihat sederhana ternyata masih ada orang tua yang enggan mempraktekannya. Terutama seorang ayah. Hal ini dikarenakan asumsi masyarakat bahwa anak diusia balita akan tumbuh menjadi anak yang manja dan tidak menghormati orang tua apabila diperlakukan seperti itu. Padahal Rosulullah mencontohkan pemberian kasih sayang kepada puterinya di usia ini sebagai berikut,

  1. Memberikan makanan terbaik

Dalam sebuah riwayat yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a dikemukakan, bahwa ada seorang pengemis datang bersama kedua anak laki-lakinya kepada Aisyah. kemudian Aisyah memberinya tiga butir kurma. Pengemis itu memberikan masing-masing satu untuk anaknya dan memasukan satu butir kurma kedalam mulutnya. Kedua anaknya memakan habis kurma itu, lalu melihat sebutir kurma yang masih ada dimulut ibunya. Melihat hall tersebut perempuan pengemis itu mengeluarkan kembali kurma dimulutnya dan membelahnya menjadi dua untuk mereka.

Lalu ketika Rosulullah saw masuk, Aisyah bercerita kepada Rosulullah, “Wahai Rosulullah, aku melihat keajaiban hari ini.” Rosulullah pun bertanya “Apa itu?”. kemudian Aisyah menceritakan semua tentang pengemis perempuan itu. lalu Rosulullah berkomentar “Lebih menakjubkan lagi karena Allah mengampuni dosa seorang perempuan karena kasih sayangnya itu kepada anaknya.” (H.R. Abu Dawud)

  1. Memberikan pakaian yang pantas

Pakaian yang diberkan orang tua kepada buah hatinya. Merupakan gambaran kedudukan mereka dimata kedua orang tuanya. Hal terburuk adalah apabila orang tua lebih mementingkan penampilan dirinya sendiri dibandingkan anak-anaknya.

Pakaian pantas tentu bukan harus mahal. Melainkan harus bersih, rapih, dan pantas dikenakan oleh buah hati. Firman Allah,

“…Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan dengan cara yang patut…”  (Q.S Al-Baqarah: 233)

Pakaian yang patut merupakan hal yang harus dipenuhi oleh seorang ayah.

  1. Mengajak bercanda

Sbagian orang tua khawatir anaknya akan tidak patuh apabila orang tua tidak memunculkan sikap wibawanya. Sikap wibawa akan tercoreng apabila mengajak anak bercanda. Padahal bercanda sama-sekali tidak menghilangkan rasa patuh anak. Bercanda justru dapat menanamkan kebahagiaan baik dihati orang tua mau pun anaknya.

Dalam sebiah riwayat yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik dikemukakan,

Suatu ketika Rosulullah datang kepada sahabat-sahabatnya, sedangkan mereka memiliki adik yang dijuluki Abu Umair. Burung kecil kesayangan milik Umair baru saja mati. Rosulullah mendapati Umair sedang bersedih hati. Rosulullah pun bertanya apa yang terjadi hingga Umair bersedih. orang-orang menjawab”Burung kecilnya mati”. Kemudian Rosulullah bersabda, “Wahai Abu Umair apa yang sedang dilakukan burung kecilmu?” (H.R Abu Dawud)

Loading...

Walau pun bukan kerabat Rosulullah. Tetapi Rosulullah tetap menunjukan empatinya pada Umair.

Dalam hadist lain diceritakan bahwa Rosulullah menjulurkan lidahnya kepada Hasan bin Ali hingga anak kecil itu bisa melihat merahnya lidah beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Hasan pun berlari ke arahnya.

Hdist tersebut menggambarkan betapa luwesnya Rosulullah dalam bercanda engan anak-anak. Hingga cucu kesayangannya itu berlari ke arahnya. Begitu pun kita sebagai orang tua.

Itulah tiga hal yang dapat dilakukan untuk menunjukan kasih sayang terhadap anak, simak poin-poin lainnya dipostingan berikutnya. []

Sumber            : Cara Nabi Mendidik Anak Perempuan, Misan usan dan Armmansyah, Pro U media: Jogjakarta, 2016



Artikel Terkait :

About Karisa Pyeli

Check Also

hambatan belajar anak

Apakah Anak Anda Alami Depresi?

Sama seperti orang dewasa anak-anak mengalami perubahan perasaan. Mereka bisa merasa bosan, cemas, sedih, kecewa, malu, dan takut. Orang dewasa yang memiliki kematangan psikologis cenderung tahu bagaimana mengontrol perasaan-perasaan tersebut. Sementara anak-anak, cenderung belum bisa mengontrol dan mengelolanya dengan cara yang baik dan sehat. Penting untuk mengajari mereka keterampilan menghadapi ketakutan, menenangkan diri, dan menghibur diri.

Tinggalkan Balasan