Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Rasulullah pun Melarang Shalat di 3 Waktu Ini

0

Shalat merupakan kewajiban bagi setiap umat islam. Shalat juga termasuk ke dalam rukun islam. Namun, meski shalat ini ibadah, ternyata ada juga beberapa waktu yang terlarang untuk melaksanakan shalat.

Diantaranya ialah ada tiga waktu terlarang untuk shalat yang butuh dipahami oleh kita. Agar tidak melakukan shalat disembarang waktu.

BACA JUGA: Di Mana Tempat Shalat Terbaik bagi Wanita?

Pertama, ialah waktu antara setelah subuh sampai matahari terbit. Sementara itu, shalat sudah diperbolehkan lagi shalat pada waktu 10 menit setelah terbit.

Kedua setelah shalat ‘Ashar sampai mulai tenggelam. Dapat dikatakan, tidak ada shalat sunnah setelah dikerjakannya shalat Ashar. Yang dimaksud shalat disini adalah shalat Asharnya seseorang yang ia kerjakan, bukan shalat Ashar yang dikerjakan berjama’ah di masjid.

Ketiga, saat matahari mulai tenggelam hingga tenggelam sempurna.
Waktu ini ialah ketika langit sore hari menguning hingga matahari sempurna terbenam, yakni masuknya waktu maghrib.

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada shalat setelah shalat Shubuh sampai matahari meninggi dan tidak ada shalat setelah shalat ‘Ashar sampai matahari tenggelam.” (HR. Bukhari, no. 586 dan Muslim, no. 827)

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu berkata, “Ada tiga waktu yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kami untuk shalat atau untuk menguburkan orang yang mati di antara kami yaitu: (1) ketika matahari terbit (menyembur) sampai meninggi, (2) ketika matahari di atas kepala hingga tergelincir ke barat, (3) ketika matahari  akan tenggelam hingga tenggelam sempurna.”  (HR. Muslim, no. 831)

Para ulama berselisih pendapat mengenai hal ini. Apakah shalat sunnah yang punya sebab apakah boleh dilakukan di waktu tersebut seperti shalat tahiyatul masjid, sujud tilawah dan sujud syukur, shalat ‘ied, shalat kusuf (gerhana), shalat jenazah dan mengqadha shalat yang luput?

Sementara itu, Ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa shalat yang masih punya sebab tadi masih boleh dikerjakan di waktu terlarang.

BACA JUGA: Kapan Wanita Mulai Shalat Dzuhur di Hari Jum’at?

Di antaranya, dalil ulama Syafi’iyah adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengqadha shalat sunnah Zhuhur setelah shalat ‘Ashar.

Sementara itu mengqadha shalat sunnah yang luput, shalat yang masih ada waktunya, shalat wajib yang diqadha masih boleh dikerjakan di waktu terlarang, termasuk juga untuk shalat jenazah. []



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline