Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Saat Rasa Suka Itu Menyerang, Muslimah Harus Bagaimana?

0

Saat seorang muslimah merasakan hatinya mulai menyenangi seorang laki-laki, sikap apa yang harus ia tunjukkan?

Agar tidak terjerumus ke dalam jurang nafsu yang membelenggu. Karena tatkala hati seseorang mulai condong kepada yang lain, segala hal akan selalu tampak indah. Bahkan tidak dimungkiri virus ini seolah mengikat semua hati dan pikirannya. Jika dibiarkan, dikhawatirkan malah akan terjerumus ke dalam nafsu yang tak berkesudahan.

BACA JUGA: Suara Wanita, Apakah Termasuk Aurat?

“Pernahkah kamu perhatikan orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhan? Apakah kamu akan menjadi pelindungnya? Atau, kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami? Mereka bagaikan hewan ternak, bahkan lebih sesat jalannya.” (Q.S. :Al-Furqan, 43-44)

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh seorang muslimah dalam mengatur perasaan yang satu ini. Perteman jadikan puasa sebagai tameng. Terdapat dalam sebuah riwayat yang berbunyi,

 

“Hai golongan pemuda! Bila di antara kamu ada yang mampu nikah hendaklah ia nikah karena nanti matanya akan lebih terjaga dan kemaluannya akan lebih terpelihara. Dan jika ia belum mampu nikah, hendaklah ia berpuasa karena puasanya ibarat pengebiri.”(H.R. Muttafaq ‘alaih dari Abdullah bin Mas’ud)

Di dalam Al-Qurian telah dijelaskan bahwa jika seseorang belum mampu untuk melaksanakan pernikahan, hendaknya ia menjaga diri dan mampu mengatur hatinya agar tidak terjerumus ke dalam dosa. Salah satu caranya yaitu dengan berpuasa.

Allah tahu betul apa yang terjadi ketika seseorang, termasuk seorang muslimah, jika hatinya mulai dikuasai oleh perasaan yang bernama cinta terhadap lawan jenisnya. Hingga la pun menjelaskan di dalam Al-Qur’an apa sebaiknya yang harus dilakukan oleh umat-Nya. Menikah dengan segera, atau menjaga diri dengan melakukan saum sebagai tameng bagi hatinya.

Tak lupa juga untuk menjaga hati dan menundukan pandangan. Hal yang dimaksud dengan menjaga hati dan pandangan adalah dari melihat lawan jenis dengan tatapan nafsu ataupun syahwat. Melihat seorang laki-laki jika dalam melakukan komunikasi biasa adalah diperbolehkan. Yang menjadi garis merah adalah, ketika ada hati yang terlibat di dalamnya.

Sehingga mata dan hati seorang muslimah, sulit untuk segera mengalihkan tatapannya yang tak berkedip, hingga mengotori hatinya dengan bayangan-bayangan yang tidak patut.

“Katakan kepada para perempuan beriman agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya. Janganlah menampakkan auratnya kecuali yang biasa terlihat. Hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya dan janganlah menampakkan auratnya,…”(Q.S.: An-Nur, 31)

Menjaga pandangan tidak harus pula terus menundukkan kepala ketika seorang lelaki mengajak berbicara. Yang menjadi perhatian utama adalah kewajiban seorang muslimah dalam menjaga hati dan pandangannya, dan tidak terlena dengan ketampanan seorang lelaki sehingga ia dengan leluasa menatap dan menikmati seorang ikhwan, dan membiarkan benaknya dipenuhi dengan pikiran hawa nafsu.

BACA JUGA: Arti Aurat Bagi Calon Penghuni Syurga

Karena Allah SWT pun telah memerintahkan kepada Muslimah untuk menutup aurat, maka jadikanah itu sebagai benteng diri. Muslimah juga sudah seharusnya menjaga rasa malu, yaitu malu terhadap Allah jika berbuat maksiat.

Dan juga malu terhadap makhluk-Nya. Agar kita senantiasa menjaga sikap di hadapan umum. Ini yang terakhir. Yaitu sabar doa dan shalat. Ya, bagaimana mungkin semua yang kita lakukan lepas dari doa dan shalat yang akan membuat kuat rasa sabar kita. []

Sumber: A-Z Taaruf, Khitbah, Nikah, & Talak Bagi Muslimah



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline