Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Shalat di Kendaraan Saat Mudik Lebaran, Bolehkah?

0

Ramadhan akan segera tiba. Tradisi mudik pun akan marak dilakukan masyarakat Indonesia. Perjalanan mudik menuju kampung halaman terkadang menghabiskan waktu seharian dikendaraan. Lantas bagaimana cara kita shalat? bukankah salah satu syarat sah shalat adalah menghadap kiblat, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya” (QS. Al Baqarah: 144)

Shalat wajib lima waktu yang dilakukan di darat haruslah menghadap kiblat. sedangkan diatas kendaraan muslimah akan kesulitan menentukan arah kiblat.

Imam An Nawawi lalu berkata mengenai hadist-hadist shalat sunnat diatas kendaraan: “hadits-hadits ini menunjukkan bolehnya shalat sunnah kemana pun binatang tunggangan menghadap. Ini boleh berdasarkan ijma kaum Muslimin”. Dan di tempat yang sama, beliau menjelaskan mengenai shalat wajib : “hadits ini juga dalil bahwa shalat wajib tidak boleh kecuali menghadap kiblat, dan tidak boleh di atas kendaraan, ini berdasarkan ijma kaum Muslimin. Kecuali karena adanya rasa takut yang besar” (Syarah Shahih Muslim, 5/211).

Berdasarkan sumber-sumber diatas, melakukan shalat fardhu diatas kendaraan apabila masih ada daratan adalah tidak diperbolehkan. Namun perlu selalu diingat bahwa Islam merupakan agama yang memudahkan.  Walau pun hukum asalnya shalat tidak menghadap kiblat itu tidak diprbolehkan. Namun jika dalam beberapa kondisi tertentu solat tidak menghadap kiblat (karena sedang ada dikendaraan) diperbolehkan. Itupun dengan udzur rasa khawatir apabila sampai tujuan waktu solat tersebut sudah terlewat. Maka shalat dikendaraan pun diperbolehkan,

Syaikh Shalih Al Fauzan mengatakan: “jika orang yang sedang berkendara itu mendapatkan kesulitan jika turun dari kendaraannya, misal karena hujan lebat dan daratan berlumpur, atau khawatir terhadap kendaraannya jika ia turun, atau khawatir terhadap harta benda yang dibawanya jika ia turun, atau khawatir terhadap dirinya sendiri jika ia turun, misalnya karena ada musuh atau binatang buas, dalam semua keadaan ini ia boleh shalat di atas kendaraannya baik berupa hewan tunggangan atau lainnya tanpa turun ke darat” (Al Mulakhas Al Fiqhi, 235).

Sumber            : https://muslimah.or.id

 

 



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline