Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Istri Pakai Rambut Palsu untuk Senangkan Suami? Bolehkah?

0

Tanya:

Assalamualaikum ustad, saya seorang wanita yang memiliki permasalahan dengan rambut saya. Akibat saya yang sering sakit-sakitan, sehingga rambut saya tipis.

Tapi, saya ingin tetap menjadi istri yang menyenangkan bagi suami. Untuk itu, saya berpikir akan mengenakan wig atau rambut palsu agar tetap terlihat cantik. Nah, ustad bagaimana hukumnya jika mengenakan wig dengan tujuan berhiasa di hadapan suami?

BACA JUGA: Jual Rambut, Bolehkah dalam Islam?

Jawab:

Wa’alaikum salam. Hukum dalam masalah mengenakan rambut palsu terdapat beberapa fatwa ulama mengenainya.

Menurut Syaikh Muhammad Shalih al-Utsaimin -Hafizhaahullah, hukum mengenakan rambut palsu itu tidak boleh, sekalipun untuk berhias di hadapan suami. Beliau berkata, khawatirnya jika memakai wig bisa sampai kepada perbuatan menyambung rambut. Dimana Rasulullah SAW melaknat wanita yang menyambung rambut dan wanita yang meminta disambung rambutnya.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah melaknat perempuan yang menyambung rambutnya dan perempuan yang meminta agar rambutnya disambung, perempuan yang mentato dan perempuan yang meminta agar ditato,”(HR. Bukhari no 5589).

Ada seorang wanita yang menghadap Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, “Aku telah menikahkan anak perempuanku, setelah itu dia sakit sehingga semua rambut di kepalanya rontok dan suaminya memintaku segera bertemu dengan anak gadisku, apakah aku boleh menyambung rambut kepalanya. Rasulullah lantas melaknat perempuan yang menyambung rambut dan perempuan yang meminta agar rambutnya disambung,” (HR. Bukhari no 5591 dan Muslim no 2122).

Sementara itu Imam madzhab yang empat memiliki pendapatnya masing-masing. Imam Malik berpendapat jika menyambung rambut baik itu dengan rmabut manusia maupun dengan benda serupa, mutlak terlarang bahkan untuk berhias di depan suami sekali pun.

Imam Abu Hanifah berpendapat, boleh saja seorang wanita menyambung rambut dengan rambut selain dari rambut wanita.

BACA JUGA: Ukhti, Mengalami Rambut Rontok? Begini Solusinya

Imam syafi’i berpendapat, bahwa boleh menyambung rambut dengan ijin suami, namun adapula di kalangan ulama Syafi’iyyah yang mengharamkan secara mutlak.

Sedangkan Imam Ahmad bin Hambal berpendapat tentang haramnya perbuatan ini, dengan ijin suami ataupun tanpa ijin. Terkecuali bila ada kebutuhan yang sangat mendesak.

Wallahua’lam []

Sumber: Kitab Fatawa Al Mar’ah Al Muslimah/ FIQIHWANITA

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline