Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Sadarkan Wanita dari Paham Feminisme dan Kapitalisme

0

Kondisi perempuan dan anak di Indonesia saat ini cukup memprihatinkan. Berbagai hasil kajian memperlihatkan, jika perempuan dan anak merupakan kelompok yang rentan mengalami masalah. Seperti kemiskinan, bencana alam, konflik, kekerasan dan sebagainya.

Sungguh miris! Fakta membuktikan perempuan dan anak seringkali mengalami kekerasan baik secara fisik, psikis maupun seksual. Hingga mereka memiliki beban ganda. Sedangkan laki-laki dianggap sebagai pencari nafkah utama, dan perempuan hanya sebagai pendapatan tambahan saja.

Perempuan juga saat ini mengalami proses peminggiran yang berdampak pada kemiskinan secara ekonomi.

BACA JUGA: Apakah Lelaki Lebih Rentan Bunuh Diri Daripada Perempuan?

Sudah dapat disimpulkan jika seharusnya perempuan sebagai tulang rusuk, bukan tulang punggung.

Bekerja dan bekerja. Begitulah cara pandang kapitalisme, demi meningkatkan ekonomi wanita keluar dari fitrahnya.

Yang menjadi pertanyaan, sesuaikah cara tersebut dengan fitrah perempuan?

Dalam kacamata Islam, perempuan memiliki andil dalam transformasi (perubahan) serta transformasi peradaban. Oleh karena itu, perempuan berperan penting dalam menyempurnakan agama.

Wanita yang mengandung, melahirkan serta mendidik. Allah berikan tiga derajat tertinggi sebelum pria.

Allah SWT berfirman, “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kedua oarng tua ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu.” (Lukman: 41)

Kesuksesan perempuan mampu diliat dengan sempurnanya peran ia sebagai ibu dan pengatur rumah tangga.

BACA JUGA: Anggapan Keliru “Mengapa Islam Mengekang Wanita?”

Sementara itu, kesuksesan perempuan pula mampu dilihat dari seberapa besar ia menjadi peran penting bagi orang-orang sekitarnya.

Islam memperbolehkan perempuan untuk bekerja di luar rumah, apabila itu memberikan kebaikan. Seperti menjadi guru, dokter dan lain sebagainya. Namun, meski begitu wanita tidak boleh melalaikan tugas sebenarnya sebagai seorang istri.

Serta beberapa hukum lainnya, seperti izin dari wali atau suami ketika akan keluar rumah. Tetap memakai pakaina yang menutup aurat dan tidak berkhalwat serta tabarruj. []



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline