Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Lima Hal Ini Jadi Langganan Pemicu Konflik Suami Istri

0

Perselisihan suami istri memang menjadi bumbu rumah tangga. Penyebabnya, entah itu perkara yang sepele ataupun serius. Jika kedua pasangan bisa melewatinya dengan baik, tentu akan semakin menguatkan keduanya dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

Nah, Anda mungkin bertanya-tanya sebetulnya wajar tidak kalau Anda bertengkar dengan pasangan soal perkara yang itu-itu saja?

Setiap rumah tangga memang berbeda-beda. Namun, uniknya ada beberapa masalah yang hampir pasti ditemui dalam setiap rumah tangga. Apa saja masalah tersebut dan bagaimana cara menyelesaikannya dengan baik? Berikut penjelasannya.

Franklin Porter, Ph.D., seorang psikolog klinis dan konsultan pernikahan asal kota New York, Amerika Serikat (AS) menuturkan bahwa tidak ada hubungan yang tidak pernah diuji dengan konflik. Bahkan, sepasang suami istri yang terlihat sempurna pun pasti pernah menghadapi konflik.

Pada dasarnya, konflik merupakan hal yang wajar hadir dalam hubungan, tinggal mencari cara yang tepat untuk menyelesaikannya. Lebih dari itu, pertengkaran dalam hubungan sebenarnya penting untuk saling belajar dan menentukan prioritas.

Lima hal di bawah ini biasanya jadi “langganan” penyebab bertengkar dengan pasangan. Cari tahu juga apa solusinya berikut ini.

1. Masalah keuangan

Tak jarang pertengkaran terjadi karena pasutri beda pemikiran, terutama tentang uang. Anda lebih memilih untuk berinvestasi, sementara pasangan Anda ingin renovasi ruang tengah.

Menurut Rebecca Hendrix, seorang konsultan pernikahan dan keluarga dari New York, AS, punya prioritas dan manajemen keuangan yang berbeda sangat biasa terjadi. Meski begitu, penting untuk segera mengungkapkan apa yang menjadi unek-unek Anda pada pasangan.

BACA JUGA: Atasi Perselisihan Suami Istri dengan Cara Ini

Bagaimana cara menanganinya?

Sebelum emosi Anda meluap, tidak ada salahnya untuk membicarakan secara baik-baik alasan Anda berdua memilih hal tersebut. Daripada menghabiskan waktu dan tenaga untuk bertengkar dengan pasangan, redam ego masing-masing agar bisa memahami pemikiran satu sama lain.

Dengarkan argumennya dengan kepala dingin dan penuh perhatian, tanpa maksud membela diri. Misalnya pasangan ingin berinvestasi karena saat ini iklim ekonomi sedang sangat baik. Sedangkan renovasi sifatnya tidak mendesak, bisa dilakukan kapan saja. Kalau Anda tidak mau mendengarkan pemikiran pasangan, yang ada Anda berdua hanya bertengkar terus.

2. Sibuk sendiri saat berduaan

Quality time berdua memang seharusnya dimanfaatkan sebaik mungkin. Jangan sampai pasangan merasa Anda malah sibuk sendiri melakukan hal lain, hingga akhirnya mengabaikan kehadiran pasangan. Hal yang terlihat sederhana seperti ini, nyatanya mampu membuat Anda bertengkar dengan pasangan.

Bagaimana cara menanganinya?

Loading...

Biasanya salah satu pasangan yang merasa diabaikan cenderung untuk menjauh dulu. Jika ini terjadi pada Anda, beri pasangan waktu untuk menyendiri dulu, baru kemudian mulai pembicaraan, minta maaf setulusnya, dan tanyakan pada pasangan apa yang ia rasakan.

Jangan kebanyakan memberi alasan kenapa tadi Anda sibuk sendiri. Fokuslah untuk mendengarkan keluh kesah pasangan yang telah Anda abaikan. Ini penting supaya pasangan tetap merasa dihargai dan Anda tidak terkesan membela diri.

Kejadian seperti ini sering dialami oleh setiap pasangan. Misalnya saat Anda terlalu sibuk main handphone sehingga tidak bisa fokus pada pasangan. Pastikan juga kejadian seperti ini tidak terulang kembali, baik oleh Anda ataupun pasangan.

3. Yang satu bersih, yang satu jorok

Kebanyakan wanita identik dengan hal-hal yang bersih sedangkan pria biasanya terkesan lebih jorok dan bersikap cuek. Namun, bisa juga sebaliknya. Itu sebabnya, pertengkaran sering dipicu oleh adanya perbedaan kebiasaan dalam menjaga kebersihan.

Bagaimana cara menanganinya?

Sebetulnya solusinya mudah, kok. Dengan catatan, Anda bisa saling mengerti dan memahami kemauan masing-masing. Hindari untuk terus-menerus menyalahkan atau membentak pasangan Anda. Sebagai gantinya, bicarakan masalah ini baik-baik dengan nada bicara yang lembut dan penuh kasih sayang.

Anda bisa bilang, “Sayang, aku bakal senang kalau kamu taruh baju kotormu di cucian, bukannya digantung sama baju yang bersih.” Pasangan Anda mungkin tidak langsung menggubris dan hanya menyahut, “Iya, iya.” Kalau begitu ceritanya, jelaskan lagi kenapa Anda memintanya untuk melakukan sesuatu. Misalnya, “Baju yang kotor itu banyak kumannya dan aromanya juga tidak enak. Nanti baju bersihnya jadi ikut banyak kuman dan bau. Padahal kita sudah capek-capek mencucinya, kan?”

BACA JUGA: Selain Kebutuhan, Jima’ Juga Baik untuk Kesehatan

Memang butuh kesabaran ekstra, tapi dengan bicara baik-baik pasangan pun jadi lebih menghargai Anda. Bayangkan saja kalau setiap hari Anda disuruh-suruh oleh pasangan dengan nada yang tidak enak. Rasanya jadi semakin malas untuk melakukannya, kan? Maka itu solusi terbaiknya adalah dengan berkomunikasi sehangat mungkin.

4. Perbedaan gairan seksual

Seks bisa jadi perekat sekaligus pemicu konflik dalam rumah tangga. Ya, biasanya ini terjadi ketika salah satu pasangan ingin lebih sering berhubungan intim, sementara yang lainnya tidak.

Sayangnya, banyak pasangan yang enggan menyampaikan apa yang menjadi kebutuhannya, karena menurut mereka sulit untuk mengutarakannya pada pasangan. Pada akhirnya, masalah semakin bertumpuk hingga meledak begitu saja ketika sudah memuncak.

Bagaimana cara menanganinya?

Lagi-lagi, Anda berdua hanya perlu komunikasi yang tepat. Luangkan waktu untuk bicara dari hati ke hati dengan pasangan Anda, utarakan apa yang Anda berdua rasakan, selanjutnya berusahalah untuk memahami pasangan sebagaimana Anda mengerti diri sendiri.

Tunjukkan pada pasangan bahwa Anda peduli dengannya. Dengan begitu, biasanya akan lebih mudah untuk menemukan solusi yang sesuai untuk masalah Anda berdua.

5. Beda kebiasaan

Berbeda kebiasaan sebenarnya tergolong hal yang sepele seperti cara mengemudikan kendaraan, cara mencuci pakaian, jam tidur di malam hari, dan lain sebagainya. Meski bukan perkara besar, hal-hal ini memang bisa saja bikin Anda bertengkar dengan pasangan terus.

Bagaimana cara menanganinya?

Tanyakan kembali pada diri Anda dan pasangan, sebenarnya seberapa penting masalah-masalah kecil tersebut sampai bisa membuat Anda berdua bertengkar? Pada dasarnya, tidak ada salahnya untuk mengalah sedikit dan mencoba mengerti kebiasaan satu sama lain.

Perbedaan kebiasaan itu sangat lumrah, kok. Bayangkan saja selama sekitar 20 tahun, Anda dan pasangan punya cara masing-masing dalam melakukan berbagai hal. Setelah berumah tangga, mau tak mau Anda berdua harus “menyamakan” kebiasaan dengan satu sama lain. Ini memang bisa bikin shock.

Akan tetapi, nantinya pun Anda berdua akan semakin terbiasa dengan kebiasaan masing-masing sehingga tak lagi ribut soal hal yang itu-itu saja.

Sudah terjawab apa yang menjadi sebab perselisihan itu? Semoga Allah memudahkan urusan kita semua. []

 

SUMBER: HELLODOKTER



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline