Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Muslimah, Begini Cara Menggendong Bayi yang Perlu Anda Ketahui(1)

0

Sahabat Muslimah, kegiatan menggendong bayi pasti akan menjadi aktivitas rutin yang dilakukan oleh para ibu. Apalagi para ibu muda nantinya, baik yang baru melahirkan ataupun yang usia bayinya sudah lebih dari tiga bulan.

BACA JUGA: Ini 12 Tips Membantu Bayi Berdiri dan Berjalan Pertama Kali (1)

Tahukah Sahabat Muslimah, bahwa menggendong sendiri sering disebut sebagai cara efektif bagi orangtua kepada anaknya demi menjalin ikatan batin yang lebih erat nantinya. Walau kelihatannya menggendong bayi ialah aktivitas yang menyenangkan, namun nyatanya hal yang satu ini juga tak boleh dilakukan sembarangan. Kalau tidak berhati-hati, maka bisa jadi berdampak buruk bagi si buah hati.

Maka dari itu, buat sahabat muslimah yang sudah jadi orangtua dan calon orangtua perlu mengetahui bagaimana cara menggendong bayi sesuai usia agar bayi tetap tenang dan aman dalam dekapan bunda.

Bayi usia 0-3 bulan memiliki tulang yang masih sangat lemah, posisi paling tepat untuk menggendongnya ialah dengan membaringkan di lengan tangan

Bayi baru lahir harus digendong dengan sangat hati-hati. Kamu bisa menyelipkan satu tangan ke bagian leher bayi untuk menyangga kepalanya, lalu letakkan tangan lainnya di bagian belakang tubuh bayi untuk menopang punggung dan bokongnya. Bagian kepala, leher, dan punggung bayi agar nyaman bisa diletakkan di lipatan siku tangan kiri atau kanan.

BACA JUGA: Jarang Diketahui, Ini 10 Fakta Bayi Baru Lahir

Bayi usia 0-3 bulan juga bisa digendong dalam posisi tegak dengan kepala bayi di atas bahu menghadap ke belakang. Biarkan si bayi menyandar di dadamu, topang lehernya dengan satu tangan dan tangan satunya menopang punggung dan bokong mereka. Kalau buah hati sudah di atas satu bulan, bisa diposisikan setengah duduk. Yaitu, satu tangan menyangga bokongnya, dan tangan satunya memegang dada. []

BERSAMBUNG



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline