Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Saya Belum Berani Berjilbab

0

Oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam

“Yang penting hatinya berjilbab dulu baru memakai jilbab beneran.”

“Saya belum berani berjilbab belum pantas.”

“Sebenarnya sudah pingin sekali berjilbab, Mbak tapi aku masih seperti ini. Pantaskah?”

Kita mungkin pernah mendengar ungkapan–ungkapan demikian atau yang sejenis

Menutup aurat adalah perintah Allah. Allah memerintahkan agar kaum wanita menjulurkan jilbabnya menutupi seluruh tubuh. Seperti yang termaktub dalam ayat berikut ini “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzaab: 59)

Ketika krenteg dalam hati untuk memakai jilbab sudah muncul, alangkah baiknya jika segera diwujudkan. Menunggu menjilbabi hati, akan sampai kapan?

BACA JUGA: Wanita Seperti Ini Tak Berdosa Melepas Jilbab

Adakah standard khusus hingga seperti apa hati kita lantas kita sudah disebut layak untuk berjilbab? Sampai hati kita benar–benar seputih salju? Mungkinkah? Malaikat namanya jika tidak berbuat dosa sama sekali

Sedangkan kita, hanya manusia biasa yang melakukan amar ma’ruf, tapi juga melakukan kesalahan dan dosa. []



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline