Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Jangan Lupa Berterimakasih

0

Pada suatu malam, Sofi dengan ibunya bertengkar.

Karena dalam keadaan marah besar, Sofi segera meninggalkan rumah dengan tangan kosong.

Saat berjalan cukup jauh dari rumah, ia baru menyadari bahwa ia sama sekalitidak membawa bekal apapun. Sampai ia melewati sebuah rumah makan dan ia mencium aroma masakan yang sangat harum.

Ia ingin sekali memesan semangkuk makanan, namun Sofi sadar bahwa ia tidak memiliki uang.

BACA JUGA: Mahkota untuk Orangtua Anak Penghafal Alquran

Kemudian pemilik rumah makan yang baiik hati melihat Sofi berdiri cukup lama di depan rumah makannya, lalu ia bertanya, “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk makanan?”

” Benar paman, tetapi aku tidak memiliki uang” jawab Sofi dengan malu-malu

“Mkaan saja disini, engkau tidak perlu membayarnya” jawab si pemilik rumah makan. “Silahkan duduk, aku akan memasakkan makanan untukmu”.

Tidak lama kemudian air mata Sofi mulai berlinang.

“Adaapa nona?” Tanya si pemilik rumah makan.

“tidak apa-apa” aku hanya terharu jawab Sofi sambil mengeringkan air matanya.

“Aku Heran, seorang yang baru aku kenal memberi aku semangkuk makanan, tetapi,…

ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, dia mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah”

“Paman, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri” katanya kepada pemilik rumah makan

Setelah mendengar perkataan Sofi, pemilik rumah makan menarik nafas panjang dan berkata kepada sofi seraya menasihatinya:

“Nak, mengapa terlintas pemikiran semacam itu dalam pikiranmu? Coba engkau renungkan, aku hanya memberimu semangkuk makanan dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak makanan dan nasi utukmu saat kau kecil hinga saat ini, ia telah merawat dan membesarkanmu sejak dalam kandugan. mengapa dirimu tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya”

Loading...

Kemudian Sofi terhenyak mendengar hal itu.

“Mengapa aku tidak berpikir tentang hal tersebut? Untuk semangkuk makanan dari orang yang baru kukenal saja aku bisa berterima kasih, namun kepada ibu yang merawatku, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.

Sofi, segera menghabiskan makanannya, lalu ia mnguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya.

Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas.

Ketika bertemu dengan Sofi, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Sofi kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanannya akan menjadi dingin jika kau tidak segera memakannya”

BACA JUGA: Mau Jadi Orangtua Hebat? Begini Caranya

Saat itu, Sofi tidak kuasa menahan tangis dan meminta maaf kepada ibunya. Ia sadar bahwa perbuatannya salah, dan Sofi bertekad tidak akan mengulangi lagi perbuatannya.

Sahabat Muslimah, sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita. Namun Jangan sampai kepada orang yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita. Sebelum terlambat, ayo berubah. []



Artikel Terkait :
Loading...
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline