Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Belum Kunjung Hamil, Ini Tes yang Disarankan untuk Suami Istri

0

Semua pasangan suami istri terlebih yang baru saja menikah, tentu ingin segera hamil dan memiliki buah hati. Namun, terkadang tidak semua pasangan dianugerahi buah hati dalam waktu pernikahan yang singkat. Ada yang sudah satu tahun, dua tahun, bahkan sampai bertahun-tahun belum juga dikaruniai anak.

Sebenarnya, kapan pasangan suami istri dapat dikatakan sulit hamil? Sebetulnya, tidak semua kasus pasutri yang belum dikaruniai anak akan dikatakan sulit hamil.

Pasutri yang berusia di bawah 35 tahun dan telah berhubungan seks secara rutin selama satu tahun, tapi tak kunjung punya anak, baru bisa dinyatakan sulit hamil. Pada kasus ini, pasutri tersebut dapat dikatakan infertil atau tidak subur.

Akan tetapi, rentang waktu satu tahun tersebut tidak berlaku bagi pasutri yang menikah di usia lebih dari 35 tahun. Pasutri yang usianya di atas 35 tahun akan dikatakan tidak subur jika sudah rutin berhubungan seks selama enam bulan, tetapi belum juga dikaruniai buah hati.

Mengapa rentang waktunya berbeda? Ini karena waktu satu tahun dirasa terlalu lama bagi pasutri untuk menunggu dan berusaha hamil secara natural atau alami, sementara usia 35 tahun sudah terlalu tua dan berisiko tinggi jika terjadi kehamilan.

BACA JUGA: Masa Subur Suami Istri

Itulah sebabnya, pasutri harus segera melakukan tes kesuburan dan pemeriksaan medis lainnya supaya bisa besar kemungkinan untuk hamil.

Apa saja tes kesuburan yang harus ditempuh oleh pasutri?

Sebelum menjalani tes kesuburan, pasutri dianjurkan untuk menerapkan pola hidup sehat terlebih dahulu. Contohnya dengan makan makanan yang bergizi, olahraga, mengendalikan berat badan, dan sebagainya.

Bahkan, hal ini justru harus dilakukan sebelum menikah dan merencanakan kehamilan. Semakin sehat dan prima tubuh suami maupun istri, semakin mudah dan besar pula peluangnya untuk hamil.

Namun, jika Anda dan pasangan sudah melakukan pola hidup sehat tapi tak juga hamil, barulah Anda berdua dianjurkan untuk melakukan sejumlah tes kesuburan dan pemeriksaan medis lainnya.

Tes kesuburan ini terbagi menjadi dua, yaitu tes kesuburan untuk wanita dan tes kesuburan untuk pria.

Tes kesuburan untuk wanita:

1. USG transvaginal

Ini adalah prosedur paling dasar yang harus dilakukan oleh wanita. Prosedur USG transvaginal sebetulnya mirip dengan USG perut. Bedanya, prosedur ini dilakukan dengan memasukkan alat USG lewat vagina.

Tujuan USG transvaginal adalah untuk melihat kesehatan organ kandungan, baik pada rahim, ovarium (indung telur), tuba falopii (saluran telur), atau organ reproduksi lainnya.

Loading...

2. Pemeriksaan hormon

Pemeriksaan hormon pada wanita yang ingin menjalani program hamil sebetulnya tidak wajib. Hal ini tergantung pada keluhan dan masalah kesuburan yang ditemukan oleh dokter saat USG transvaginal.

Misalnya, penyebab sulit hamil pada wanita adalah kista cokelat yang ukurannya cukup besar. Gangguan kesehatan ini tentunya hanya bisa diatasi dengan operasi kista, bukan dengan pemeriksaan hormon.

Lain halnya jika penyebab sulit hamil pada wanita karena siklus menstruasi yang kacau, kualitas sel telur yang tidak optimal, atau sel telur yang sangat sedikit, maka barulah pemeriksaan hormon akan dilakukan.

Selain melihat kemungkinan gangguan hormon pada wanita, tes kesuburan ini biasanya lebih dibutuhkan untuk pasutri yang ingin menjalani prosedur bayi tabung.

Tes kesuburan untuk pria:

1. Analisis sperma

Ini merupakan tes kesuburan paling dasar dan paling penting untuk pria. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menilai kuantitas dan kualitas sperma, baik dari segi jumlah, bentuk, dan pergerakan sperma.

Sebelum menjalani analisis sperma, pria dianjurkan untuk puasa seks selama 3 sampai 5 hari terlebih dahulu. Tujuannya adalah supaya jumlah spermanya mencukupi dan matang saat dilakukan analisis sperma nanti.

Sperma yang diejakulasikan oleh suami untuk dianalisis sebenarnya adalah sperma yang diproduksi sejak tiga bulan yang lalu. Kalau hasil analisis spermanya tidak bagus, maka suami tidak bisa lagi beralasan bahwa ia sedang kecapekan, stres, atau kurang fit pada saat itu. Sebab, kenyataannya kondisi spermanya saat ini merupakan gambaran dari pola hidup tiga bulan sebelumnya.

BACA JUGA: Delapan Cara Alami Tingkatkan Kesuburan

2. Pemeriksaan hormon dan tes darah

Dua jenis pemeriksaan ini juga termasuk ke dalam tes kesuburan pada pria. Pemeriksaan hormon dan darah ini akan dilakukan sesuai indikasi bila ditemukan kelainan pada analisis sperma.

Bila pasutri ingin menjalani program bayi tabung, maka biasanya pemeriksaan hormon pada pria tidak perlu dilakukan.

3. USG

USG sebetulnya tidak umum dilakukan oleh dokter kandungan, sebab biasanya hanya akan dilakukan oleh dokter spesialis andrologi atau dokter spesialis urologi. USG pada pria dilakukan untuk melihat adanya tumor, penyumbatan saluran reproduksi, maupun pelebaran pembuluh darah.

Salah satu manfaat USG untuk pria adalah untuk melihat kemungkinan varikokel, yaitu pembengkakan pembuluh darah vena di dalam skrotum alias buah zakar yang melapisi testis. Kondisi ini dapat menyebabkan kualitas sperma menjadi tidak optimal dan memicu infertilitas.

Jika semua hasil pemeriksaannya normal, apa yang disarankan oleh dokter?

Saat Anda menjalani tes kesuburan, tak perlu bingung saat hasil tesnya menunjukkan bahwa Anda dan pasangan normal alias subur. Nyatanya, ada sekitar 10 persen kasus sulit hamil yang tidak diketahui penyebabnya.

Hal ini dapat terjadi karena tidak semua jenis pemeriksaan medis akan dilakukan untuk pasutri. Kalau semua pemeriksaan dilakukan, maka ini tentu akan menghabiskan banyak biaya, waktu, dan tidak efektif untuk pasien.

Masalah kesuburan Anda maupun pasangan bisa saja terdapat pada subseluler atau submolekuler, yaitu partikel paling kecil yang sudah menyangkut DNA atau kromosom.

Itulah sebabnya, masalah kesuburan yang tidak diketahui penyebabnya akan langsung diarahkan kepada program bayi tabung.

Semoga bermanfaat. []

 

SUMBER: HELLO DOKTER



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline