Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

15 Dosa yang Kerap Dilupakan Wanita (1)

0

Oleh: Al-Ustadz Abdurrasyid Al-Hanif Al-Maidany

Mempelajari fikih ibadah dan dalil-dalil hukum di dalam Islam adalah perkara yang penting bagi muslimah. Mengapa? Karena kita diciptakan untuk beribadah kepada al-Khaliq (Sang Pencipta), Rabb kita, yaitu Allah. Kita membutuhkan fikih dalam shalat dan puasa kita, ketika kita hendak mandi haid atau mandi janabah, ketika kita hendak mengurusi jenazah, dst. Kita membutuhkannya di setiap aspek kehidupan kita.

Ibadah tidak terbatas pada bentuk-bentuk ritual tadi. Ibadah adalah sebuah kata yang mengumpulkan segala sesuatu yang dicintai dan diridhai oleh Allah, baik berupa ucapan maupun perbuatan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.

Namun banyak kita lihat para muslimah ketika menjalankan ibadah yang disyariatkan oleh Allah dan Rasulnya masih dalam banyak kekurangan. Para muslimah masih enggan menjalankan syariat Islam secara Kaffah (menyeluruh).

Entah karena ketidak tahuannya, atau karena ketidak mauannya.

Berikut adalah fenomena yang banyak terjadi di kalangan wanita khususnya muslimah, semoga kita dapat menginterospeksi diri kita masing-masing agar bisa menjadi hamba Allah yang dicintai dan di ridhai oleh Allah Subhanahu Wata’ala dan senantiasa mendapat perlindungan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

1. Tidak berhijab (Menutup Aurat).

Allah berfirman, yang artinya : “Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S Al-Ahzab [33] : 59)

BACA JUGA: Cantik yang Terlaknat

Kemudian Allah juga berfirman, yang artinya : “Katakanlah kepada wanita yang  beriman hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) Nampak dari padanya.” (Q.S An-Nuur [24] : 24)

2. Menyambung rambut / memakai konde.

Dari Asma’ binti Abi Bakr, ada seorang perempuan yang menghadap Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam lalu berkata, “Telah kunikahkan anak gadisku setelah itu dia sakit sehingga semua rambut kepalanya rontok dan suaminya memintaku segera mempertemukannya dengan anak gadisku, apakah aku boleh menyambung rambut kepalanya. Rasulullah lantas melaknat perempuan yang menyambung rambut dan perempuan yang meminta agar rambutnya disambung” (HR. Bukhari – Muslim)

3. Mewarnai/menyemir rambut dengan warna hitam.

Dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘Anhu dia berkata, “Pada hari penaklukkan Makkah, Abu Quhafah (ayah Abu Bakar) datang dalam keadaan kepala dan jenggotnya telah memutih (seperti kapas, artinya beliau telah beruban). Lalu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Ubahlah uban ini dengan sesuatu, tetapi hindarilah warna hitam.” (HR. Muslim)

4. Mencabut uban.

Dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Janganlah mencabut uban. Tidaklah seorang muslim yang beruban dalam Islam walaupun sehelai, melainkan uban tersebut akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat nanti.” (HR. Abu Daud)

Loading...

5. Memakai bulu mata palsu.

Fatwa : “…Menurut kami, tidak diperbolehkan memasang bulu mata buatan (palsu) pada kedua matanya, karena hal tersebut sama dengan memasang rambut palsu, dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melaknat wanita yang memasang dan yang minta dipasangi rambut palsu. Jika Nabi telah melarang menyambungkan rambut dengan rambut lainnya (memasang rambut palsu) maka memasang bulu mata pun tidak boleh.

Juga tidak boleh memasang bulu mata palsu karena alasan bulu mata yang asli tidak lentik atau pendek. Selayaknya seorang wanita muslimah menerima dengan penuh kerelaan sesuatu yang telah ditakdirkan Allah, dan tidak perlu melakukan tipu daya atau merekayasa kecantikan, sehingga tampak kepada sesuatu yang tidak dimilikinya, seperti memiliki pakaian yang tidak patut dipakai oleh seorang wanita muslimah…”

BACA JUGA: Ngeri, Inilah Wanita yang Dilaknat Allah

6. Bertabarruj.

Allah Azza wa Jalla berfirman, yang artinya : “Dan janganlah kalian (para wanita) bertabarruj (Keluar rumah dengan berhias dan bertingkah laku) seperti (kebiasaan) wanita0wanita jahiliyah yang dahulu.” (QS. Al-Ahzab [33] : 33)

7. Merenggangkan / mengikir gigi

Dari Ibn Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu, beliau mengatakan, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melarang orang mencukur alis, mengikir gigi, menyambung rambut, dan mentato, kecuali karena penyakit.” (HR. Ahmad)

Dari Ibn Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu, beliau mengatakan, “Semoga Allah melaknat orang yang mentato, yang minta ditato, yang mencabut alis, yang minta dikerok alis, yang merenggangkan gigi, untuk memperindah penampilan, yang mengubah ciptaan Allah (HR. Bukhari)

8. Membuat tatto.

Lihat point ke-7.

9. Memakai jilbab gaul / tidak memenuhi syarat hijab.

Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wasallam bahkan telah memperingatkan kita dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah :

“Ada dua golongan penghuni Neraka yang belum pernah aku lihat sebelumnya, yaitu suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor-ekor sapi betina yang mereka pakai untuk mencambuk manusia; wanita-wanita yang berpakaian (namun) telanjang, yang kalau berjalan berlenggak-lenggok menggoyang-goyangkan kepalanya lagi durhaka (tidak ta’at), kepalanya seperti punuk-punuk unta yang meliuk-liuk. Mereka tidak akan masuk Surga dan tidak dapat mencium bau wanginya, padahal bau wanginya itu sudah tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR.Muslim/HR.Ahmad).

 

Bersambung..



Artikel Terkait :

Loading...

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline