Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Inilah Sejelek-jeleknya Manusia

0

Siapa yang suka jika dikatakan jelek? Tentu semua manusia takkan menyukainya. Tapi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan siapakah manusia jelek itu.

Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda,

إِِنَّ مِنْ شِرَارِ النَّاسِ مَنْ تُدْرِكُهُ السَّاعَةُ وَهُمْ أَحْيَاءٌ وَمَنْ يَتَّخِذُ الْقُبُورَ مَسَاجِدَ

“Sesungguhnya diantara sejelek-jeleknya manusia adalah orang-orang yang merasakan dahsyatnya hari kiamat dan orang-orang yang menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah.” [HR. Ahmad dari Ibnu Mas’ud radhiyallaahu’anhu, Tahdzirus Sajid: 12]

Beberapa pelajaran:

1. Orang yang masih hidup ketika terjadi hari kiamat adalah orang musyrik dan kafir, yaitu semua orang yang menyembah kepada selain Allah ‘azza wa jalla atau tidak mengikuti agama Allah ‘azza wa jalla.

2. Orang-orang kafir adalah seburuk-buruk makhluk, sebagaimana juga firman Allah ta’ala, “…mereka adalah seburuk-buruk makhluk.” [Al-Bayyinah: 6]

BACA JUGA: Wanita yang Didoakan Jelek oleh Bidadari

3. Termasuk seburuk-buruk makhluk adalah orang-orang yang menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah, karena dua sebab:

Pertama: Mereka melakukan dosa terbesar, yaitu dosa syirik menyembah penghuni kubur dengan cara berdoa kepadanya, atau menyembelih untuknya, atau bertawakkal kepadanya, atau mencari berkah darinya dan kuburannya, dan lain-lain.

Kedua: Mereka masih menyembah Allah tapi menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah, mereka termasuk seburuk-buruk makhluk, karena perbuatan mereka mengantarkan kepada penyembahan terhadap penghuni kuburan tersebut dan menyesatkan manusia.

4. Makna menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah mencakup tiga makna:

Pertama: Membangun masjid di kuburan.

Kedua: Mengubur di masjid.

Ketiga: Beribadah di kuburan walau tanpa ada bangunan masjid.

5. Hadits yang mulia ini juga mengandung larangan berbuat syirik dan kufur, dan larangan semua perbuatan dan ucapan yang mengantarkan kepadanya.

Loading...

Semoga kita dijauhkan dari setiap amalan yang memalingkan kita dari ketauhidan. []

 

SUMBER: SOFYAN RURAY



Artikel Terkait :

Loading...

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline