Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Bangun ‘Number Sense’ Bayi Sejak Dini

0

Seorang bayi menangis, lalu sang Ibu menghampirinya. Ibu itu tahu, bayinya akan berhenti menangis jika diberi ASI atau susu. Maka ia langsung memberikan ASI atau susu sebagai jurus pamungkasnya.

Selang berapa lama kemudian, Bayinya menangis lagi. Berdasarkan pengetahuan ibu, kalau sudah diberi ASI atau susu, namun bayi kembali menangis maka harus memeriksa popoknya, apakah basah atau tidak. Ternyata benar, setelah dicek popok bayinya ternyata memang basah akibat kencing, kemudian sang Ibu pun mengganti popoknya.

BACA JUGA: Kenali Tanda-Tanda Ketika Bayi Kenyang

Lho kok, bayinya masih menangis, Ibu itu pun langsung memberikan lagi ASI atau susu yang dia punya. Kegiatan tersebut terus menerus dilakukan oleh sang Ibu. Ibu melakukan aktivitas yang sama tanpa melakukan komunikasi dengan bayinya.

Ibu itu selalu mendiamkan sang bayi dengan memberikan benda apapun yang dapat membuat tangisan bayinya berhenti tanpa melakukan komunikasi verbal. Tahukah ibu, jika sebuah aktivitas tanpa melakukan komunikasi verbal terhadap bayi maka akan membahayakan masa depan bayi tersebut?

Mengapa? Sebab, jika sebagai seorang Ibu hanya mengurus casing bayinya tanpa memperlakukan anak kita dengan komunikasi verbal, maka segala potensi yang sudah Allah berikan pada anak kita sejak lahir akan terabaikan.

Berdasarkan hasil penelitian, bayi usia enam bulan mulai memiliki “Number Sense”. Menurut Dehaene, kemampuan akan “Number Sense” pada bayi menjelaskan bagaimana otak bayi disiapkan untuk kemampuan matematika. Selanjutnya kesadaran pada obyek dan ruang akan meningkat. Ini adalah akar, dasar untuk kemampuan matematika, fisika dan geometri yang merupakan menu utama untuk nanti dia memiliki making connection skill.

Nah, jika Ibu sudah bangun Number Sense bayinya sejak ia lahir ke Dunia, maka saat ia tumbuh besar ibu tak perlu repot-repot memaksa anak untuk mengikuti les atau private matematika. Sangat hebat bukan bu? []



Artikel Terkait :

Loading...

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline