Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Puasa yang Paling Utama Setelah Puasa Ramadhan

0

Puasa Asyura adalah puasa yang paling utama setelah ramadhan. Puasa Asyura adalah puasa sunnah yang dilakukan pada Hari Asyura atau hari kesepuluh di bulan Muharram.

Selain anjuran untuk mengamalkan puasa Asyura pada bulan Muharram. Boleh juga memperbanyak puasa dari tanggal 1 Muharram, atau boleh memperbanyak puasa pada hari apa pun di bulan tersebut. Dalilnya,

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163, dari Abu Hurairah).

Dijelaskan dalam hadits Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjelaskan dalam sabdanya:

وصيام يوم عاشوراء أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله

“Dan berpuasa pada hari Asyura itu, aku berharap kepada Allah agar bisa menghapus (dosa-dosa) setahun sebelumnya (yakni setahun yang lalu).”

Dalam riwayat lain disebutkan dengan lafadz:

يكفر الستة الماضية

“Akan menghapus (dosa-dosa/kesalahan) setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162/196)

Dari hadits diatas dapat kita ketahui bahwa keutamaan puasa 10 Muharram adalah menghapuskan dosa setahun yang lalu.

Sungguh mulia sekali puasa pada 10 Muharram (hari Asyura). Namun sebaiknya disertakan puasa tanggal 9 Muharram (hari Tasu’a) agar lebih menambah nilai kemuliyaan puasa tersebut. Sebab diantara hikmah puasa tanggal 9 Muharram adalah untuk menyelisihi puasa Yahudi.

BACA JUGA: Berani Nikah di Bulan Muharram

Jadi bagusnya puasa dua hari sekaligus yaitu 9 dan 10 Muharram, tahun ini bertepatan dengan 19 dan 20 September 2018.

Adapun tentang hukum puasa ini, dijelaskan oleh Al-Imam An-Nawawi rahimahullah: “Para ulama telah sepakat, bahwa Puasa Asyura itu hukumnya adalah sunnah/tidak wajib.” (Syarh Shahih Muslim, 8/4)

Diantara Tingkatan Puasa Asyura

Loading...

Disebutkan oleh Imam Ibnul Qoyim dalam kitab Zadul Ma’ad (2/76) dan diikuti al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Fathul Bari (4/246), bahwa pelaksanaan puasa asyura, ada 3 tingkatan,

Tingkatan pertama,

Melakukan puasa 3 hari, tanggal 9 (Tasu’a), tanggal 10 (Asyura), dan tanggal 11.

Dalil akan hal ini berdasarkab hadits dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, secara marfu’

صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَخَالِفُوا فِيهِ الْيَهُودَ صُومُوا قَبْلَهُ يَوْماً أَوْ بَعْدَهُ يَوْماً

“Lakukanlah puasa Asyura, dan jangan sama dengan yahudi. Karena itu, lakukanlah puasa sehari sebelumnya dan sehari setelahnya.” (HR. Ahmad 2191 dan Baihaqi dalam al-Kubro 8189).

Tingkatan kedua,

Berpuasa 2 hari, tanggal 9 dan 10 Muharram.

Dasarnya adalah hadis dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ الْيَوْمَ التَّاسِعَ

“Jika Muharram tahun depan saya masih hidup, saya akan puasa tanggal 9.” (HR. Ahmad 1971, Muslim 2723 dan yang lainnya).

Tingkatan Ketiga,

Puasa tanggal 10 saja. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan janji khusus, yaitu kaffarah dosa setahun yang telah lewat.

Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, “Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim 1162).

Maasyaa Allah, sungguh luar biasa keutamaan puasa asyura. Semoga kita diberi hidayah dan taufiq untuk mengamalkannya. []

 

SUMBER: BIMBINGAN ISLAM



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline