Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Bunda, Sudahkah Memeluk Buah Hati? (2-Habis)

0

Melly Puspita Sari, Psi, psikolog yang juga penulis buku The Miracle of Hug, menyarankan untuk memberikan pelukan pada anak minimal 8 kali sehari untuk memberikan energi sehingga anak bisa beraktivitas dan mengoptimalkan potensinya.

BACA JUGA:  Berartinya Pelukan Seorang Ibu

“Pelukan yang penuh kelembutan juga merupakan salah satu cara untuk membantu menyelesaikan masalah, terutama pada anak yang berperilaku unik,” kata Melly. Jadi, jangan segan-segan untuk memulai kebiasaan berpelukan sejak dini.

Bahkan menurut Edward R.Christopherson.Ph.D, psikolog klinis dariChildren’s Mercy Hospital and Clinics di Kansas City, AS, “Pelukan lebih efektif dari pujian atau ucapan sayang karena membuat anak merasa dicintai dan dihargai, bukan karena mereka telah melakukan sesuatu tapi karena dirinya apa adanya.”

Lalu, adakah cara khusus untuk memeluk anak? Ya, ternyata ada!

Andrea Weiner, Ed.D., penulis buku More Than Saying I Love You: 4 Powerful Steps That Help Children Love Themselves, memberikan tip memeluk anak, “Berlututlah atau menunduk hingga Anda dan si kecil sama tinggi. Kemudian dekap ia dengan kedua tangan Anda menyelimuti seluruh tubuhnya hingga dadanya menyentuh dada Anda dan lakukan setidaknya selama 3 detik. Ini akan menyimbolkan kedekatan atau bentuk ungkapanheart-to-heart yang tak terlupakan.”

Begitu juga saat anak melakukan kesalahan, contohnya saja yang seringkali anak lakukan di rumah adalah mencorat-coret tembok. Hal pertama yang dilakukan orang tua adalah menanyakan alasan anak mencorat-coret tembok dengan intonasi yang lembut. Kemudian baru menegaskan bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang tidak baik dilakukan. Terakhir, sebelum diberikan media untuk bercorat-coret di atas kertas, Anda bisa memeluknya terlebih dahulu. Hal ini dilakukan sebagai tanda bahwa Anda tetap mencintainya meskipun tadi intonasi berbicara Anda meninggi. Ayah-Ibu, mari peluk anak Anda sekarang! []

SUMBER:PARENTING.GO.ID



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline