Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Istri, Jangan Lupa Minta Izin Suami Sebelum Puasa Sunah

0

Meski puasa itu memperoleh pahala yang melimpah, namun bagi istri, puasa sunah perlu diperhatikan sekali. Bukannya mengapa, hal yang bisa meraup banyak pahala, bisa jadi menjadi malapetaka jika kita tidak sadar apa yang dilakukan adalah haram, meski sah.

Puasa sunah memang berbeda, karena izin suami terhadap istrinya saat akan melaksanakan hal ini amat utama.

Para fuqaha sepakat jika wanita yang telah bersuami tidak diperkenankan menjalankan puasa sunah melainkan dengan izin suami.

BACA JUGA: Orangtua Pikun Tidak Wajib Mengqadha Puasa

Hal ini terlihat dalam hadis Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah halal bagi seorang wanita untuk berpuasa sedangkan suaminya ada (tidak bepergian) kecuali dengan izin suaminya.”

Iman Nawawi memberikan arahan jika “larangan pada hadis diatas dimaksudkan untuk puasa tathowwu’ dan puasa yang tidak ditentukan waktunya. Sedang Syafi’iyah menyatakan jika larangan haram berpuasa sunah tanpa izin suami. Sedang  Ibnu Hajar menyatakan jika yang dimaksud larangan puasa tanpa izin suami itu untuk puasa selain bulan Ramadhan. Adapun jika puasanya adalah wajib (puasa menyahur hutang ramadhan) dan waktunya masih lapang untuk menunaikannya maka tetap harus izin suami. Sedang mayoritas ulama menyatakan jika haram berpuasa sunah tanpa izin  suami.

Lalu, apakah puasa tersebut tetap dinyatakan sah?

Dalam al Mawsu’ah al Fiqhiyah disebutkan jika seorang wanita menjalankan puasa (selain puasa Ramadhan) tanpa izin suami, puasanya tetap sah namun ia melakukan keharaman, inilah pendapat mayoritas fuqaha.

Namun ulama Hanafiyah menganggapnya sebagai makruh tahrim. Sedang syafi’iyah menyatakan jika itu dilakukan berulang kali maka puasanya adalah haram, namun jika tidak berulangkali (memiliki batas waktu tertentu) seperti puasa Arofah, puasa Asyura, enam hari dibulan Syawal maka boleh dilakukan tanpa izin suami, kecuali jika memang suami benar-benar melarangnya.

Jadi kesimpulan mengenai hal puasa yang mesti dilakukan dengan izin suami ada dua macam:

1.Puasa sunah yang tidak memiliki batasan waktu tertentu (seperti puasa senin dan kamis)

2.Puasa wajib yang masih ada waktu longgat untuk melakukannya, contoh adalah puasa pengganti ramadhan yang masih longgar waktunya.

Akan tetapi persoalannya bergeser, saat wanita yang suaminya bekerja diluar kota dalam waktu  tertentu atau lama yang kedatangannya sudah bisa diprediksi, apakah istri harus meminta izin suaminya melakukan puasa sunah?

BACA JUGA: Puasa Syawal, Bagaimana Cara Menjalankannya?

Maka jawabannya ialah saat suami tidak ada ditempat karena sedang bersafar, bekerja diluar kota, sedang sakit, sedang berihrom atau suami sendiri sedang melakukan puasa maka istri boleh melakukan puasa sunah tersebut dengan atau tanpa izin suami.

Suatu kondisional suami tidak ada ditempat, yakni suami tidak bisa melakukan hubungan suami istri, meski ia ada secara fisik didekat istri, seperti berihrom, sedang sakit dan sedang melakukan puasa. []

Loading...

SUMBER: UMMI ONLINE



Artikel Terkait :

Loading...

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline