Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Pentingkah Khitan bagi Wanita?

0

Sudah sejak lama Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah mengeluarkan fatwa tentang masalah khitan wanita yang terdapat dalam Keputusan Fatwa Majelis Ulama Indonesi Nomor 9A Tahun 2008 Tentang Hukum Pelarangan Khitan Terhadap Perempuan.

Dalam fatwa itu, MUI memutuskan bahwa khitan bagi wanita termasukfitrah (aturan) dan syiar Islam. Khitan terhadap perempuan adalah makrumah (bentuk pemuliaan), sebagai salah satu ibadah yang dianjurkan.

BACA JUGA: Khitan Seorang Wanita

MUI juga menjelaskan pelarangan khitan terhadap perempuan adalah bertentangan dengan ketentuan syariat Islam karena khitan, baik laki-laki maupun perempuan, termasuk fitrah (aturan) dan syiar Islam.

Bagi laki-laki, hukum khitan dalam Islam adalah wajib, sementara, bagi wanita, kalangan ulama berbeda pendapat.

Ada yang sunah, ada yang menganjurkan secara kuat hingga pada taraf wajib, berdasarkan dalil hadis yang menyebut, “Apabila bertemu dua khitan, maka wajib mandi.” (HR. Tirmidzi)

Sementara Ibnu Taimiyah dalam Majmu Fatawa pernah ditanya, “Apakah wanita itu dikhitan?”

Beliau menjawab, “Ya, wanita itu dikhitan dan khitannya adalah dengan memotong daging yang paling atas yang mirip dengan jengger ayam jantan.”

Rasulullah Saw bersabda, “Biarkanlah sedikit dan jangan potong semuanya, karena itu lebih bisa membuat ceria wajah dan lebih disenangi suami. Tujuan khitan laki-laki ialah untuk menghilangkan najis yang terdapat dalam penutup kulit kepala penis. Sedangkan tujuan khitan wanita adalah untuk menstabilkan syahwatnya, karena apabila wanita tidak dikhitan maka syahwatnya akan sangat besar.”

Meski terdapat perbedaan, namun khitan wanita merupakan sesuatu yang utama dilakukan mengingat ada dalil yang menunjukkan hal itu.

BACA JUGA: Hukum Mengadakan Syukuran Saat Anak Khitan

Tentu saja apa yang diperintahkan dalam Islam pasti ada manfaatnya, sebagaimana sabda Rasulullah Saw, “Jangan berlebihan dalam mengkhitan, karena akan lebih nikmat (ketika berhubungan seksual) dan lebih disukai suami.” (HR Abu Dawud).

Selain itu juga mendapatkan pahala karena mengikuti sunah Rasulullah Saw, berdasarkan hadis, “Barangsiapa yang membuat sunah yang baik dalam Islam, maka dia akan mendapatkan pahalanya dan pahala orang yang mengikutinya tanpa dikurangi dari pahala mereka sedikitpun.” (HR Muslim) []

Sumber: 101 Rahasia Wanita (Muslimah) Oleh Abdillah F. Hasan



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline