Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Muslimah, Ketahui 4 Langkah Mencari Jodoh (3-Habis)

0

Kelima, shalat istiharah dulu deh, sertakan Allah dalam pilihan kita agar tak kalap dalam memilih pendamping hidup. Dengan shalat istiharah ini kita meminta kepada Allah agar diberikan petunjuk untuk memilih yang terbaik di antara berbagai pilihan yang dihadapi. Etss… jangan salah shalat istiharah juga tidak hanya dalam menentukan pasangan hidup tetapi dalam semua aspek kehidupan yang menuntut kita memilih satu di antara banyak pilihan (seperti soal pilihan jamak).

BACA JUGA: Jika Memang Sudah Jodoh

Sebelum melaksanakan shalat istiharah sevaiknya hati dan pikiran kita dipasrahkan sepenuhnya kepada Allah. Kita tidak boleh memaksakan diri harus mendapatkan orang yang diinginkan, karena bila kita sudah bertekad demikian, kita tidak akan mendapat ketenagan dan kejenihan dalam berpikir dan merenungkan masalahnya. Bila kita sudah dipenuhi emosi dan ketidaksabaran, tentu kita tidak akan bisa berpikir secara jernih dan lapang dada. Akhirnya, istikharah kita tidak bermanfaat.

Keenam, memilih, mengambil keputusan terakhir lanjut atau tidak. Memilih di sini maksudnya menentukan atau mengambil seseorang yang disukai untuk dijadikan suami atau istri.

Dari Yahya bin Sa’id, bahwa Qasim bin Muhammad telah menceritakan kepadanya, bahwa Abdurrahman bin Yazid dan Mujamma bin Yazid Al-Anshari telah menceritakan kepadanya tentang seorang laki-laki bernama Khidzam yang menikahkan salah seorang anak perempuannya, tetapi anak perempuannya tersebut enggan dinikahkan oleh Ayahnya. Ia lalu datang kepada Rasulullah SAW dan menceritakan kejadian tersebut. Rasulullah SAW mengembalikan kapadanya pernikahan yang telah dilakukan oleh ayahnya dan anak perempuan itu (memilih) menikah dengan Abu Lubabah bin Abdil Mundzir. Menurut Yahya kejadian ini terjadi pada perempuan janda,” (HR Ibnu Majah).

Hadits di atas menerangkan bahwa apabila seorang laki-laki datang kepada kelurga perempuan untuk meminang anaknya, hendaklah perempuan itu diberi hak untuk menjatuhkan pilihannya. Ia tak boleh dipaksa untuk memilih laki-laki tersebut yang dikehendaki oleh orang tua atau wali.

Rasulullah SAW memberi hak kepada perempuan (gadis atau janda) untuk memilih seseorang yang paling berkenan di hatinya sebagai suami. Walaupun orang tua atau wali memiliki hak untuk mengajukan seorang laki-laki sebagai suami anak atau perempuan yang berada di bawah perwaliannya, keputusan akhir tetaplah berada di tangan perempuan yang bersangutan.

Baik, laki-laki ataupun perempuan sama-sama memiliki kebebasan yang sama dalam memilih jodoh. Pada masa Rasulullah SAW banyak perempuan yang berani datang kepada laki-laki untuk meminang. Tindakkan ini dibenarkan oleh Rasulullah SAW.  Oleh karenanya, kita tidak boleh beranggapan bahwa memilih jodoh hanya menjadi hak laki-laki sehingga perempuan hanya dianggap sebagai objek pilihan.

Memilih pasangan merupakan hal terpenting bagi muslim atau muslimah sebelum memasuki gerbang rumah tangga. Muslim atau muslimah harus berhati-hati dalam memilih istri atau suami agar tidak menyesal kemudian hari. Kekeliruan memilih akan sangat merugikan dirinya. [dry/islampos] HABIS

SUMBER: Proses Menuju Pelaminan/Drs. Muhammad Thalib/ Irsyad Baitus Salam/2001



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline