Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Muslimah, Ketahui 4 Langkah Mencari Jodoh (2)

0

Ketiga, meneliti secara mendalam agar tak salah sasaran. Dalam hal ini bukan meneliti seperti mahasiswa yang menulis skripsi. Tetapi meneliti di sini ialah pengamatan secara langsung terhadap calon pasangan yang kita pilih.

Dari Mughirah bin Syu’bah, ia penah meminang seorang perempuan, lalu Rasulullah SAW bersabda, “Sudahkah kamu lihat dia?” Ia menjawab, “Belum.” Beliau bersabda, “Lihatlah dia terlebih dahulu, agar nantinya  kalin berdua bisa hidup bersama lebih langgeng (dalam Keserasian berumah tangga),” (HR Nasa’I, Ibnu Majah, dan Tirmidzi – Hasan).

BACA JUGA: Ukh, Pahami 12 Tanda Dia Bukan Jodoh Kita dalam Islam (Bagian 1)

Dalam mencari jodoh setiap orang harus benar-benar melakukan penelitian kepda calon pasangannnya. Tindakan ini bertujuan meyakinkan apakah calon pasnagan sesuai dengan harapan atau tidak.

Setelah seseorang mengumpulkan sejumlah informasi tentang calon pasangannya, ia hendaklah meneliti, menganalisis, kemudian mencocokan orang yang diselidiki dengan keadaan sebenrnya. Bila antara informasi dan keadaan nyata tidak sesuai, hendaklah ia meminta pertanggungjawaban kepada sumber informasi. Dengan demikian, pengambilan keputusan yang salah menyangkut seseorang yang diselidiki tidak akan terjadi.

Adapun yang perlu diteliti tentu semua aspek yang ingin didapatkan dalam diri si calon pasangan. Jika yang dikehendaki sisi agama, intelektual, tingat pendidikan, pergaylan, dan hubungan sosialnya, hal itulah yang akan diteliti agar kebenarannya bisa dipertanggungjawabkan.

Penelitian kepada pasangan dibenarkan hanya dengan cara-cara yang sesuai dengan syari’at Islam sebagaimana diriwayatkan dalam Hadits.

Rasulullah SAW (bila hendak menikahi seorang perempuan) biasanya mengutus seorang perempuan untuk memeriksa aib yang tersembunyi (pada hal yang bersangkutan). Kepada perempuan tersebut beliau bersabda, “Ciumlah bau mulut dan bau tidaknya serta perhatiakan urat kakinya,” (HR Thabarani dan Baihaqi)

“Jangan sesekali laki-laki menyendiri dengan perempuan yang tidak halal baginya karena orang ketiganya nanti adalah setan, kecuali kalau ada mahramnya,” (HR Ahmad).

Dari dua Hadits di atas, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa cara yang dibenarkan bagi calon yang akan meneliti calon pasangannya ada dua cara, ini dia.

1. Ia mengirim utusan untuk meneliti keadaan calon pasangannya. Utusan yang dikirim adalah perempuan jika yang diteliti calon istri dan laki-laki jika yang diteliti calom suami.

2. Ia tidak berkhalawat (berduaan). Berkhalawat atau berduaan seperti pacaran tidak boleh dilakukan dalam Islam. Adapun jika yang bersangkutan ingin melakuan penelitian sendiri, pihak perempuan hendaknya ditemani oleh mahram lelakinya atau pihak laki-laki disertai saudara perempuannya atau keluarganya yang perempuan.

Katakan tidak pada pacaran. Selain menimbulkan dosa, pacaran juga menimbulkan banyak sebab negatif lainnya terutama bagi kamu perempuan!

Keempat, meminta pertimbangan dulu deh, daripada memilih yang nggak pas. Nah, meminta pertimbangan tidak hanya bagi peremuan saja, tetapi bagi laki-laki juga harus memnita pertimbangan terlebih dahulu. Lantas, meminta pertibangan kepada siapa? Ekhm, jadi bingung.

Adapun orang yang dimintai pertimbangan ialah orang yang baik akhlaqnya, taat beragama, jujur, dapat berlaku adil, berhati-hati, dan dapat memegang rahasia orang lain, serta mengetahui hal-ihwal perempuan atau laki-laki yang bersangkutan. Jadi kriteria yang kita ambil adalah sisi akhlaq dan kepribadiannya, bukan sisi umur, tingkat pengetahuan, atau status sosialnya.

Seorang perempuan yang dilamar oleh laki-laki atau laki-laki yang akan mempersunting seorang perempuan sebaiknya meminta pertimbangan lebih dulu kepada orang yang dipercayanya mengenai keputusannya. Ini bertujuan agar perempuan/laki-laki tersebut mendapatkan suami/istri yang baik sehingga kehidupan rumah tangganya memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. []

Loading...

BERSAMBUNG

SUMBER: Proses Menuju Pelaminan/Drs. Muhammad Thalib/ Irsyad Baitus Salam/2001



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline