Breaking News

Muslimah, Ketahui 4 Langkah Mencari Jodoh (1)

Jodoh seseuatu yang bisa dibilang hal yang sensitif. Apalagi, bagi seorang wanita yang sudah menginjak kepala tiga, merupakan sesuatu yang amat sangat sensitif untuk diperbincangkan, tabu. Soal jodoh memang sudah menjadi takdir yang telah Allah tentukan.

Akan tetapi, kita berdiam diri, tanpa berusaha. Tentu saja tidak. Sebab jodoh harus dicari. Banyak cara mencari jodoh yang sesuai dengan yang kita harapkan yang sesuai dengan kriteri Allah dan Rasul-Nya, yaitu dengan cara mencari ilmu untuk taat kepada-Nya. Sehingga kelak kita akan dipertemukan dengan orang yang taat juga. Bukankah jodoh adalah cerminan dari diri kita.

BACA JUGA: Jodoh dalam Pandangan Islam

Enam langkah mencari jodoh. Apa saja tuh!

Pertama, harus punya kriteria (gambaran) suami/istri yang baik kaya apa sih. Jangan sampai saat kita ingin memilih jodoh, kita kebingungan seperti apa jodoh yang akan dicari. “Aku mah cari yang apa adanya aja deh, yang penting cinta sama aku dan menerima aku apa adanya”. Etss, nggak gitu juga kali!

Allah SWT berfirman, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan bagikamu dari sejenis kamu sendiri agar kamu sakinah bersamanya dan Dia menjadikan cinta dan kasih sayang di antara kamu. sesungguhnya yang demikian itu menjadi tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi kaum yang berpikir,” (QS Ar-Ruum: 21).

Mungkin kita sering membaca ayat di atas. Sebab, setiap undangan pernikahan pastilah ayat ini disertakan dalam undangan, meski pun dalam bentuk latin.

Nah, ini dia penjelasan tentang ayat di atas. Ayat di atas menyebutkan bahwa pernikahan bertujuan membuat seseorang merasa sakinah dan penuh cinta dan kasih sayang kepada pasangannya. Hal ini memberikan petunjuk kepada kita agar laki-laki atau perempuan yang mau menikah memili kriteria (gambaran) tentang calon pasangan yang memenuhi syarat dapat menciptakan kehidupan rumah tangga yang sakinah, penuh cinta dan kasih sayang.

Dengan adanya tuntutan untuk memenuhi tujuan pernikahan sakinah, penuh cinta dan kasih sayang, seorang laki-laki yang ingin membentuk rumah tangganya harus memperoleh gambaran yang jelas tentang istri yang baik. Begitu juga perempuan, ia harus memiliki gambaran yang jelas tentang laki-laki yang baik dijadikan suami.

Gambaran ini harus memiliki sebab bila seseorang laki-laki dan perempuan tidak memilikinya, tentu ia tidak akan bisa mewujudkan rumah tangga yang sakinah, penuh cinta dan kasih sayang yang menjadi landasan terbentuknya rumah tangga yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya.

Kalau kebetulan ia mendapatkan pasangan hidup yang baik sesuai dengan digariskan oleh Islam, kemungkinan besar ia dapat mewujudkan tujuan pernikahan tersebut. Akan tetapi, kalau ia mendapatkan jodoh yang tidak baik, tentu malapetaka yang akan ia dapatkan dalam rumah tangganya.

Kriteria (gambaran) tentang orang yang baik dijadikan istri atau suami haruslah sesuai dengan tuntutan agama yang telah digariskan oleh Allah dan Rasul-Nya. Hal ini menuntut seseorang mengetahui dan mendalami sifat-sifat perempuan atau laki-laki yang baik dijadikan calon istri atau suami sehingga kelak dia dapat menilai apakah pasangan yang diinginkannya itu benar-benar memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Islam atau tidak.

Kedua, mencari informasi yang tepat agar tak salah taat. Sebelum mencari jodoh atau menjodohkan, seseorang harus terlebih dulu mencari informasi tentang seluk-beluk orang yang akan menjadi pasangannya atau pasangan orang yang dijodohkannya. Informasi yang lengkap tentang calon pasangan sangat diperlukan, baik oleh orang yang hendak melaksanakan pernikahan maupun oleh walinya.

‘Aisyah berkata: “Nikah berarti perbudakan. Oleh karena itu, hendaklah seseorang memperhatikan kepada siapa ia lepaskan anak perempuannya,” (Fiqhus Sunnah II, bab Nikah).

Ucapan ‘Aisyah ini menggambarkan bahwa setiap perempuan yang hendak bersuami atau walinya perlu mengetahui hal-ihwal lelaki yang akan menjadi suaminya. Hal ini perlu dilakukan karena perempuan yang telah terikat dalam pernikahan akan menghadapi berbagai kendala yang membebani dirinya sebagai istri dan ibu rumah tangga.

Seperti yang telah dijelaskan oleh ‘Aisyah RA, betapa pentingnya informasi sebelum pernikahan. Sebab ketidak lengkapan informasi, apalagi informasi yang salah, akan sangat merugikan mereka yang akan berumah tangga. Hal ini akan dapat mengakibatkan bencana bagi kehidupan rumah tangga seseorang. Seseorang perempuan yang tidak memperoleh gambaran seutuhnya tentang calon suaminya akan mengalami penderitaan hidup jika yang didapatnya sebagai suami ternyata laki-laki yang tidak baik peranginya.

Loading...

Begitu juga dengan laki-laki sebelum menikahi seorang perempuan memperoleh informasi yang tidak benar adanya, dan setelah menikah ternyata mendaptkan istri yang tidak baik. Ini tentu akan menciptakan penderitaan dalam berumah tangga.

Oleh karena itu, mencari informasi calon suami atau calon istri merupakan hal yang teramat penting. Seseorang seharusnya tidak keliru mengambil langkah awal memilih jodohnya karena ini dapat membuat trauma berkepanjangan dalam hidupnya.

Informasi tentang calon suami atau calon istri harus teruji kebenarannya. Seseorang yang mencari informasi tidak boleh tergesa-gesa mempercayai suatu informasi. Ia sebaiknya menampung lebih dulu informasi yang datang dari berbagai pihak sambil menyelidiki dan menguji kebenarannya. Jika ternyata masih ragu akan kualitas calon suami atau istrinya, lebih baik ia menunda keputusan untuk menerimanya. []

BERSAMBUNG

SUMBER:Proses Menuju Pelaminan/Drs. Muhammad Thalib/ Irsyad Baitus Salam/2001



Artikel Terkait :

About Humaira

Dengan Ilmu, samudera luas mampu engkau arungi

Check Also

Tips Menolak Lamaran tanpa Menyakiti

Ini membingungkan. Kadang laki-laki mengira kamu mau dengannya setelah dia menunggu. Padahal sebetulnya kamu ngga mau. Kalo sejak awal sama sekali ngga tertarik bilang aja, "Mohon maaf saya udah ada calon." Itu lebih baik daripada memberikan jawaban menggantung.

Tinggalkan Balasan