Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Menikah Tanpa Mahar?

0

“Berikanlah mahar kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari mahar itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.” (An-Nisa: 4)

Pertanyaan:

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah ditanya, “Apakah boleh seseorang ikhlas menikahkan putrinya karena Allah sehingga tidak meminta mahar dari calon suami?”

BACA JUGA: Wanita Shalihah: Lihat Maharnya

Jawaban:

Dalam pernikahan harus ada pemberian harta sebagai mahar berdasarkan firman Allah, “Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian yaitu mencari istri-istri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina.” (QS. An-Nisa: 24)

Dan dalam sebuah hadis bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada laki-laki yang meminang wanita (ia pernah menawarkan dirinya untuk dinikahi Rasulullah), “Carilah (mahar) walaupun berupa cincin dari besi.”

Barangsiapa yang menikah tanpa mahar, maka wanita mempunyai hak untuk menuntut kepada suami mahar. Mahar pernikahan boleh berupa mengajar membaca Alquran, hadis-hadis, atau ilmu-ilmu yang bermanfaat.

BACA JUGA: Kesamaan Antara Kebaikan dan Keburukan

Sebab tatkala seseorang yang tidak mempunyai harta untuk dijadikan mahar, maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menyuruhnya agar memberi mahar dengan mengajarkan Alquran kepada calon istrinya.

Mahar adalah hak murni wanita, jika hak tersebut dilepaskan oleh istri dengan sukarela, maka calon suami gugur dari kewajiban membayar mahar tersebut.

Sumber: Diterjemahkan dari Fatawa Dakwah Syaikh Bin Baz



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline