Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Darah Masih Keluar Setelah Nifas 40 Hari

0

Pertanyaan: Assalamu’alaikum tentang nifas, kalau darahnya masih keluar lebih dari 40 hari, adakah masih disebut nifas atau istihadhah atau haid? Afwan.

Jawab :

A. Jika darah nifasnya berhenti sebelum 40 hari dan setelah itu sama sekali tidak keluar lagi, maka wanita itu harus mandi, berpuasa (bila bertepatan dengan bulan Ramadhan) dan mengerjakan shalat.

B. Jika darah nifasnya berhenti sebelum 40 hari, namun beberapa waktu kemudian darahnya keluar lagi sebelum selesai waktu 40 hari, maka wanita itu mandi, puasa dan shalat di saat berhentinya darah.

Namun disaat darah tersebut kembali keluar berarti ia masih terhitung dalam keadaan nifas, sehingga ia harus meninggalkan puasa dan shalat. Ia harus mengqadha puasa Ramadhan yang ditinggalkannya (bila bertepatan dengan bulan Ramadhan).

BACA JUGA: Perdarahan Selama Kontraksi, Nifas Atau Bukan?

C. Jika darahnya terus menerus keluar sampai sempurna waktu 40 hari. Maka dalam jangka waktu 40 hari tersebut, ia tidak shalat dan tidak puasa. Setelah berhenti darahnya, barulah ia mandi, puasa dan shalat.

D. Jika darahnya keluar sampai lewat 40 hari. Dalam hal ini ada dua gambaran:

– Bisa jadi keluarnya darah setelah 40 hari tersebut bertepatan dengan waktu kebiasaan haidnya, yang berarti ia haid setelah nifas. Maka ia menunggu sampai selesai masa haidnya, baru bersuci.

– Bisa jadi keluarnya darah tidak bertepatan dengan kebiasaan haidnya. Maka ia mandi setelah sempurna nifasnya selama 40 hari, ia mengerjakan puasa dan shalat walaupun darahnya masih keluar.

Mayoritas ulama menegaskan bahwa batas maksimal wanita nifas adalah 40 hari dan jika masih keluar setelah 40 hari, maka itu di anggap darah istihadhah (penyakit), berdasarkan keterangan dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha :

كانت النفساء تجلس على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم أربعين يوماً

“Wanita nifas itu duduk (tidak shalat) pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selama 40 hari”. (HR. Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

 

Dijawab oleh: Ustadz Najmi Umar Bakkar



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline