Breaking News
Foto: Yayasan Al-Izzah

Tiga Cara Mencegah Kepikunan di Usia Muda

Muslimah, mungkin pernah mengalami sulit konsentrasi atau kebingungan arah. Itu merupakan kejadian wajar atau gejala awal kepikunan, terutama bila intensitasnya semakin kerap terjadi.

Kepikunan memang berkait erat dengan penurunan kemampuan fungsi otak yang pasti terjadi seiring proses penuaan. Walaupun demikian, tua tak mesti berarti pikun kok.

Sebagaimana organ tubuh lainnya, otak manusia juga mengalami penurunan fungsi seiring bertambahnya umur. Penurunan fungsi otak, yang berakibat pada gangguan daya ingat atau intelegensia ini disebut demensia, atau yang lebih kita kenal dengan pikun.

BACA JUGA: Keberkahan, Ini yang Sering Lupa Dipinta

Jadi, pikun sebenarnya kondisi wajar untuk mereka yang sudah memasuki usia tua, meski, ada juga kepikunan yang terjadi karena penyakit yang memang merusak jaringan otak seperti penyakit Alzheimer.

Kepikunan bisa menggejala secara ringan saja seperti lupa dimana meletakkan barang. Namun, pada tingkatan yang cukup parah, penderita demensia tidak dapat mengenali dirinya, keluarga, dan lingkungannya sehingga menjadi sangat tergantung kepada orang lain.

Ini biasanya terjadi pada mereka yang mengalami kepikunan karena penyakit, baik penyakit Alzheimer atau  penyakit aterosklerosis (sumbatan) pada pembuluh darah.

Meski demikian, setidaknya ada tiga cara yang bisa dilakukan sejak usia muda, untuk memperlambat atau mencegah datangnya pikun.

Pertama, ingat prinsip ”belajar selama hayat di kandung badan.” Artinya, jangan pernah berhenti belajar. Terus menstimulasi otak dengan cara membaca, menulis, termasuk menghafal Al Quran adalah resep mujarab menghindari pikun.

Bilapun Anda kini merasa membutuhkan upaya yang jauh lebih keras untuk memahami isi bacaan dibanding sekian tahun yang lalu, jangan sedih. Upaya itu bagaimanapun jauh lebih baik daripada membiarkan otak menganggur.

Kedua, aktiflah bermasyarakat. Membina hubungan dengan orang lain merupakan salah satu upaya untuk tetap memfungsikan otak kanan.

Segala aktivitas bisa dilakoni, baik aktivitas yang bersifat “mengambil” peran maupun “memberi” peran.

Ketiga, jalani hidup sehat. Selalu mengkonsumsi makanan yang halal dan bergizi, tidak merokok, minum minuman keras dan rutin berolahraga adalah moal utama kita dalam memasuki masa tua dengan penuh manfaat, jauh dari kepikunan. InsyaAllah.

Waspada Sepuluh Gejala Dini Kepikunan Karena Alzheimer

1. Gangguan daya ingat yang kerap terjadi: lupa janji, lupa nama orang, lupa wajah teman, tidak dapat mengingat kejadian baru atau pembicaraan.

2. Kesulitan melakukan aktivitas/pekerjaan sehari-hari.

Loading...

3. Kesulitan berbahasa: sulit menemukan kata yang tepat, sulit mengerti pembicaraan.

4. Disorientasi waktu dan tempat: tidak mengenal tanggal, bulan, tahun, dan lingkungannya.

5. Kemampuan penilaian/pengambilan keputusan yang menurun: gangguan penilaian sosial dan penampilan diri yang jelek.

6. Kesulitan berpikir abstrak: kesulitan perhitungan sederhana, membaca kalender, mengurus buku cek atau giro bank.

BACA JUGA: Ketika Memulai Tilawah di Pertengahan Surat, Baca Taawudz atau Bismillah?

7. Kerap lupa dan salah meletakkan barang.

8. Perubahan alam perasaan atau perilaku: mudah sedih, gelisah, curiga, agresif, bahkan sering “ngelayap”.

9. Perubahan kepribadian: apatis, kurang spontanitas, menarik diri dari interaksi sosial.

10. Hilangnya inisiatif dan minat: mulai meninggalkan hobi/kesenangan yang sebelumnya diminati. []

SUMBER: UMMI ONLINE



Artikel Terkait :

About Dini Koswarini

Check Also

4 Buah yang Diyakini Dapat Atasi Radang Tenggorokan

Selain karena teksturnya yang lembut sehingga mudah untuk ditelan, buah pisang juga akan membantu proses penyembuhan radang tenggorokan yang sedang Anda derita. Hal ini karena buah pisang mengandung vitamin B6, vitamin C, dan kalium yang tinggi.

Tinggalkan Balasan