Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Kedudukan Aisyah terhadap Rasulullah

0

Siapa yang tak tau dengan Aisyah, istri Rasulullah. Yang biasa dipanggil Humaira, si pipi kemerah-merahan. Dengan besarnya rasa cemburu ia tetap berusaha menjaga kehormatan suaminya, Rasulullah. Begitu pula dengan Rasulullah, sebagai suaminya selalu berusaha memuliakan istri tercintanya.

Suatu hari orang-orang Habasyah masuk masjid dan menunjukkan atraksi permainan di dalam masjid, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil Aisyah, “Wahai Humaira, apakah engkau mau melihat mereka?”

BACA JUGA: Begini Sifat Istri Shalihah Itu?

Aisyah menjawab, “Ya.”

Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri di depan pintu, lalu aku datang dan aku letakkan daguku pada pundak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan aku tempelkan wajahku pada pipi beliau.”

Lalu ia mengatakan, “Di antara perkataan mereka tatkala itu adalah, ‘Abul Qasim adalah seorang yang baik’.”

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Apakah sudah cukup, wahai Aisyah?”

Ia menjawab: “Jangan terburu-buru, wahai Rasulullah.”

Maka beliau pun tetap berdiri. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengulangi lagi pertanyaannya, “Apakah sudah cukup wahai Aisyah?”

Namun, Aisyah tetap menjawab, “Jangan terburu-buru wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

BACA JUGA: Mengapa Ridho Suami Itu Surga Untuk Para Istri?

Aisyah mengatakan, “Sebenarnya bukan karena aku senang melihat permainan mereka, tetapi aku hanya ingin memperlihatkan kepada para wanita bagaimana kedudukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadapku dan kedudukanku terhadapnya.” (HR. An-Nasa’i (5/307), lihat Ash Shahihah (3277)

Istri mana yang tak menyukai sikap baik suami yang selalu mengutamakannya. Begitu pun dengan Aisyah, rasa bangga dan kebahagiaan yang tidak terkira saat Rasulullah, selaku pemimpin Umat islam masa itu memperlakukan dirinya dengan sangat mulia. []

SUMBER: JALANSIRAH



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline