Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Bolehkah Muslimah Sering Datang ke Masjid?

0

Terlepas dari perbedaan anatomi dan emosional yang mengharuskan laki-laki berperan sebagai pelindung perempuan. Seperti dalam firman Allah, “Laki-laki (Suami) itu pelindung bagi perempuan isteri, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (prempuan)…..” (Q.S An-Nisa: 34).

Muslimah juga memiliki peran dan tanggung jawab terhadap berbagai persoalan. Dibeberapa tempat perempuan dilarang shalat didalam masjid atau menghadiri pengajian didalamnya. hal itu karena kekhawatiran bahwa laki-laki yang berada dimasjid akan tergoda.

Hal tersebut jelas bertentangan dengan sejarah awal Islam dan apa yang dilakukan Rosulullah Saw terhadap perempuan. Dari Abu Hurairah r.a, Rosulullah Saw bersabda, “Shaf terbaik bagi pria adalah shaf pertama dan yang terburuk adalah shaf terakhir. Sementara shaf terbaik bagi perempuan adalah shaf terakhir dan terburuk adalah shaf prtama.” (Sahih Muslim, Vol 1: hlm.883)

Hadist itu dapat dijadikan dasar mengenai keutamaan bagi seorang perempuan untuk solat dirumah saja. Tetapi dalam hadist tersebut tidak dikatakan ketika masjid dijadikan sebagai tempat peretemuan. Dalam hadist lain Rosulullah Saw bersabda, “Janganlah diarang isteri-isterimu mendatangi masjid jika mereka meminta izin kepadamu.” (H.R Muslim. Vol.1: hlm.885)

Abdullah bin Uma r.a meriwayatkan sebah hadist berbunyi, “Janganlah dicegah perempuan-perempuanmu pergi ke masjid jika mereka meminta izin kepadamu”. Dilain hadist Bilal bin Abdullah berkata, “Demi Allah, kami tidak akan mencegah mereka.” Seraya membalikan badan menghadap Rosulullah.

Melarang perempuan memasuki masjid atau beraktivitas didalamnya adalah perbuatan yang bertentangan. Sebab perempuan juga memiliki hak untuk memakmurkan masjid dan menuntut ilmu di dalamnya.[]

Sumber: Muslimah Abad 21, Shifa Mustafa, Gema Insani : Jakarta, 1999

 



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline