Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Ukh, Ini Alasan Rasulullah Menyuruh Kita Matikan Lampu Saat Tidur

0

Rutinitas setiap malam yang jarang ditinggalkan ialah tidur. Tapi, taukah cara merepkan tidur yang sehat seperti apa?

Rasulullah Sudah sangat jelas menerangkan seperti dalam hadis riwayat Bukhari, “Tutuplah tempat air kalian, pintu rumah kalian, dan matikanlah lampu-lampu kalian, karena bisa jadi tikus akan menarik sumbu lampu sehingga mengakibatkan kebakaran yang menimpa para penghuni rumah.”

Jika pada zaman Rasulullah diperintahkan mematikan lampu karena takut kebakaran, lalu apa diperbolehkan jika di zaman sekarang ini tidur tanpa mematikan lampu?

BACA JUGA: Bolehkah Kerja Malam dan Tidur Pagi?

Terdapat dalam beberapa sumber, jika mematikan lampu saat akan tidur merupakan kebiasaan yang baik bagi kesehatan. Tidak ada larangan khusus terkait tidak diperbolehkannya menyalakan lampu saat tidur. Hanya saja, itu bisa menimbulkan efek yang kurang baik terhadap tubuh. Antara lain meningkatkan resiko penyakit kanker, kardiovaskular, gangguan sistem metabolisme dan bahkan mungkin diabetes.

Sedangkan, tidur malam dalam kamar yang gelap benar-benar bermanfaat buat tubuh. Ahli biologi Joan Robert mengatakan tubuh baru bisa memproduksi hormon melatonin ketika tidak ada cahaya.

Hormon ini adalah salah satu hormon kekebalan tubuh yang mampu memerangi dan mencegah berbagai penyakit termasuk kanker payudara dan kanker prostat. Sayangnya, hormon melatonin ini tidak akan muncul jika orang tidur malam hari dengan lampu menyala. Adanya cahaya atau sinar membuat produksi hormon melatonin akan berhenti.

Sebuah penelitian yang melibatkan peneliti Spanyol dan Amerika Serikat juga telah menemukan melatonin, yang juga dapat membantu mengontrol berat badan. Artinya, tingkat melatonin yang umumnya meningkat dalam gelap di malam hari, muncul untuk melawan obesitas dengan merangsang produksi “lemak beige”.

“Lemak beige merupakan sejenis sel lemak tetapi bukan “lemak putih”, dan cenderung membakar kalori daripada menyimpannya. Akibatnya, “lemak baik” akan membantu mengatur berat badan dan metabolisme,” kata peneliti, dikutip Newsmaxhealth.

Sementara, hasil penelitian yang dilakukan University Granada Institute for Neuroscience, the Hospital Carlos III Madrid, dan the University of Texas Health Science Center, San Antonio ini berdasarkan uji coba pada tikus laboratorium. Para peneliti mengatakan, temuan mereka mungkin dapat menjelaskan mengapa melatonin telah terbukti memiliki manfaat metabolic dalam mengobati diabetes dan hiperlipidemia.

Anak-anak yang tidur dengan lampu menyala berisiko mengidap leukemia. Para ilmuwan menemukan bahwa tubuh perlu suasana gelap dalam menghasilkan zat kimia pelawan kanker. Tubuh memerlukan zat kimia untuk mencegah kerusakan DNA dan ketiadaan zat melatonin tersebut akan menghentikan asam lemak menjadi tumor dan mencegah pertumbuhannya.

Prof. Russle Reiter dari Texas University yang memimpin penelitian tersebut mengatakan “Sekali Anda tidur dan tidak mematikan lampu selama 1 menit. Otak Anda segera mendeteksi bahwa lampu menyala seharian dan produksi zat melatonin menurun.”

Jumlah anak-anak pengidap leukimia naik menjadi dua kali lipat dalam kurun 40 tahun terakhir. Sekitar 500 anak muda dibawah 15 tahun didiagnosa menderita penyakit ini pertahun dan sekitar 100 orang meninggal.

BACA JUGA: Sebelum Tidur, Bunda Ajarkan Hal Ini pada Anak

Sebuah konferensi tentang anak penderita leukimia diadakan di London menyatakan bahwa orang menderita kanker akibat terlalu lama memakai lampu waktu tidur dimalam hari dibanding dengan yang tidak pernah memakai lampu waktu tidur.

Pada kenyataannya, orang-orang buta tidak rentan terhadap melatonin memiliki resiko yang lebih rendah mengidap kanker. Maka para orang tua disarankan untuk menggunakan bola lampu yang suram berwarna merah atau kuning jika anak-anaknya takut pada kegelapan.

Loading...

Nah, Muslimah sekarang sudah taukan apa manfaat tidur dalam keadaan gelap? []

SUMBER: ISLAMPOS



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline