Breaking News
Foto: Indonesia RailFans

Pemuda Idaman yang Sabar dan Tak Tergoda Hubungan Terlarang

Nabi Yusuf ‘Alaihissalam adalah seorang Nabi yang dikenal memiliki fisik dan ketampanan yang bisa membuat klepek-klepek kaum wanita. Hehe, hal itu sebagaimana dikabarkan Allah dan rasul-Nya, hingga seorang istri Raja pun tertarik kepada beliau ‘alaihissalam.

Allah Ta’ala berfirman,

وَرَاوَدَتْهُ الَّتِي هُوَ فِي بَيْتِهَا عَنْ نَفْسِهِ وَغَلَّقَتِ الْأَبْوَابَ وَقَالَتْ هَيْتَ لَكَ قَالَ مَعَاذَ اللَّهِ إِنَّهُ رَبِّي أَحْسَنَ مَثْوَايَ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ (23) وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَا أَنْ رَأَى بُرْهَانَ رَبِّهِ كَذَلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ (24) وَاسْتَبَقَا الْبَابَ وَقَدَّتْ قَمِيصَهُ مِنْ دُبُرٍ وَأَلْفَيَا سَيِّدَهَا لَدَى الْبَابِ قَالَتْ مَا جَزَاءُ مَنْ أَرَادَ بِأَهْلِكَ سُوءًا إِلَّا أَنْ يُسْجَنَ أَوْ عَذَابٌ أَلِيمٌ 25

“Dan wanita (istri Raja) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya), dan wanita itu telah menutup pintu-pintu, seraya berkata: “Marilah ke sini.” Yusuf berkata: “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukanku dengan baik.” Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung. Sesungguhnya wanita itu telah berkeinginan (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf dan Yusuf pun berkeinginan (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tiada melihat tanda (dari) Rabbnya. Demikianlah, agar Kami memalingkan darinya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang ikhlas. Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu dan wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga koyak dan kedua-duanya mendapati suami wanita itu di muka pintu. Wanita itu berkata: Apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud berbuat serong dengan istrimu, selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan azab yang pedih?” [Yusuf: 23-25]

BACA JUGA: Ingatlah Kisah Nabi Yusuf Ini bahwa Jodoh Itu Pasti Hadir

Asy-Syaikh Al-Mufassir Abdur Rahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah berkata,

هذه المحنة العظيمة أعظم على يوسف من محنة إخوته، وصبره عليها أعظم أجرا، لأنه صبر اختيار مع وجود الدواعي الكثيرة، لوقوع الفعل، فقدم محبة الله عليها، وأما محنته بإخوته، فصبره صبر اضطرار، بمنزلة الأمراض والمكاره التي تصيب العبد بغير اختياره وليس له ملجأ إلا الصبر عليها، طائعا أو كارها

“Ujian (godaan wanita) ini sangat besar bagi Yusuf, melebihi ujian yang dilakukan oleh saudara-saudaranya. Dan sabarnya beliau terhadapnya lebih besar pahalanya, sebab ia adalah sabar berdasarkan pilihannya sendiri, bersamaan dengan itu banyak faktor yang mengajaknya untuk melakukan maksiat tersebut, akan tetapi beliau lebih mendahulukan cintanya kepada Allah ta’ala. Adapun ujian dengan saudara-saudaranya, maka sabarnya beliau adalah sabar dalam kondisi terpaksa, bagaikan penyakit dan musibah yang menimpa seorang hamba yang bukan atas dasar pilihannya sendiri, sehingga tidak ada lagi jalan keluar baginya kecuali bersabar menghadapinya, suka atau terpaksa.” [Tafsir As-Sa’di, hal. 396]

APA SAJA FAKTOR YANG DAPAT MENDORONG NABI YUSUF ‘ALAIHISSALAM UNTUK MELAKUKAN HUBUNGAN TERLARANG ITU?

1. Beliau ketika itu adalah (dianggap) budak, dan yang mengajaknya adalah tuannya.

2. Mereka berdua telah berada dalam satu ruangan, karena jebakan wanita tersebut.

3. Pintu-pintu telah terkunci.

4. Wanita itu sendiri yang mengajak.

5. Kondisi Nabi Yusuf ‘alaihissalam sebagai orang asing, tidak ada yang mengenal beliau di negeri itu.

6. Yang mengajaknya adalah seorang wanita cantik dan memiliki kedudukan.

7. Beliau telah diancam dengan penjara atau siksaan yang pedih.

8. Beliau adalah seorang pemuda bujangan.

BACA JUGA: Ketika Nabi Menyenangkan Hati Istrinya

9. Ketika beliau menolak dan lari darinya, wanita itu pun masih mengejar.

10. Beliau pun sudah memiliki keinginan terhadapnya, akan tetapi beliau lebih mengedepankan keridhoan Allah ta’ala atas keinginan nafsu yang memerintahkan kepada kejelekan.

SEBAB-SEBAB KESELAMATAN NABI YUSUF ‘ALAIHUSSALAAM DARI HUBUNGAN TERLARANG ITU:

1. Beliau segera memohon perlindungan kepada Allah ta’ala.

2. Beliau memiliki ilmu bahwa perbuatan tersebut haram dan kezaliman terhadap suami si wanita, dan bahwa orang-orang zalim tidak akan beruntung, serta Allah Maha Mampu untuk membalas mereka. Maka ilmu tentang Allah ta’ala dan syari’at-Nya menguatkan ketakwaan dan rasa takut seorang hamba kepada-Nya.

3. Beliau segera berlari keluar, meninggalkan sebab-sebab atau perangkap-perangkap setan yang dibuat oleh si wanita.

4. Beliau tidak peduli dengan bahaya yang akan menimpanya berupa penjara dan siksaan yang pedih, demi ketaatan kepada Allah ta’ala.

5. Keikhlasan beliau dalam beribadah, sehingga Allah ta’ala memalingkan kejelekan itu darinya.

Maasyaa Allah semoga kita dikaruniai keimanan seperti Nabi Yusuf. []

 

SUMBER: SOFYAN RURAY



Artikel Terkait :

About Ummu

Al-Qur'an & As-Sunnah

Check Also

12 Inspirasi Desain Mushola Kecil di Rumah

Musala meskipun ukurannya minimalis, jika bersih dan nyaman, pasti akan membuat kita semakin khusyuk saat beribadah. Ingin menghadirkan musala di rumahmu meski hanya berukuran minimalis?

Tinggalkan Balasan