Breaking News

Apakah Ada Nabi Perempuan?

Banyak nabi yang diutus ke muka bumi ini. Tidak ada yang mengetahui jumlah pasti para nabi. Namun terdapat sebuah riwayat yang menyatakan jumlah nabi ada 124 ribu. Ada pula yang menyatakan jumlah nabi adalah 224 ribu.

Perdebatan jumlah nabi tersebut tenu tidak terlalu berguna. Hal yangterpenting adalah bahwa Allah telah mengutus nabi-nabi di antara manusia. Sebagaimana firmannya,

“Sesungguhnya pada setiap umat ada pemeberi peringatan di tengah-tengah mereka.” (Q.S Fathir: 24)

Ayat tersebut menjelaskan bahwa tidak mungkin Allah membiarkan satu pun masa atau umat tanpa kehadiran seorang nabi. Dalam firmannya yang lain,

Dan Kami tidaklah menyiksa sebelum mengutus rasul”. (Q.S Al-Isra: 15)

Diantara banyaknya nabi tersebut. Adakah salah satu diantaranya seorang perempuan?

Terkait hal tersebut para ulama dan fukaha Ahlusunnah Waljamaah sepakat bahwasannya tidak ada seorang nabi pun yang merupakan perempuan. Ada pun beberapa riwayat yang menyatakan kenabian Maryam dan Aisyah adalah cacat dan dhaif. Ketidak munculan seorang perempuan sebagai nabi adalah bukan hal yang aneh atau pun buruk. Segala sesuatu diciptakan Allah dengan hukum bersebrangan. Ada positif ada negatif. Harus ada dua agian yang berbeda agar terjadi tarik-menarik antar satu sama lain.

Mengenai ada atau tidaknya nabi wanita. Dapat kita pikirkan secara logis. Wanita memiliki kemampuan untuk melahirkan sedangkan laki-laki tidak. Apabila laki-laki mengalami hal serupa tentu tidak akan ada nabi laki-laki pula. Bgaimana mungkin seorang nabi dapat berhenti dari tugas kenabiannya. sedangkan seorang perempuan mengalami menstruasi. Saat menstruasi perempuan tidak diperkenankan solat, memegang mushaf tanpa terjemahan, puasa dan beberapa ibadah lainnya.

Perempuan akan kesulitan jika diciptakan sebagai nabi. Perempuan mengalami setidaknya 15 hari dalam sebulan saat menstruasi. Lalu apakah mungkin seorang perempuan menjadi nabi dan harus cuti 15 hari setiap bulan?

Selain itu peranan sebagai ibu juga melekat pada diri muslimah. bagaimana mungkin dapat pergi kemedan dakwah dengan menuntun banyak anak. Pelaksanaan tugas-tugas kenabian akan semakin berat apabila dilakukan perempuan.

Hal-hal tersebut menunjukan bahwa mustahil ada seorang nabi yang perempuan. Perempuan dikodratkan untuk melahirkan dan merawat anaknya. Sementara nabi adalah sosok yang harus diikuti, pemimpin jalan, dan imam yang harus dipatuhi. Nabi adalah sosok penuntun yang dimintai petunjuk, imam dan pemimpin. Namun hal tersebut tidak mengurangi kemuliaan perempuan.

Memosisikan perempuan sebagai pria atau menjadikannya seperti pria hanya akan mendatangkan ejekan dan agitasi. Apabila perempuan dijadikan nabi dan disibukan dengan tugas-tugas seorang nabi maka ia akan kesulitanmembimbing dan merawat keluarganya. Maka peranan wanita paa setiap masa walau pun tidak ada yang diamanahi sebagai nabi. Namun para isteri nabi terkadang menjadi sumber petunjuk dan pengajaran.

Maka kesimpulannya sesuai kesepakatan ulama dan fukaha bahwa tidak ada nabi perempuan. []

Sumber: Islam Rahmatan Lil’alamin, Muhammad Fethullah Gulen, Republika: Jakarta, 2011

 



Artikel Terkait :

About Karisa Pyeli

Check Also

rasa syukur, kecantikan, anugrah dari Allah

10 Bahan Alami Mencerahkan Bibir

Keindahan bibir dilihat dari bentuk dan warnanya, konon bibir dengan warna merah merona merupakaan dambaan setiap wanita. Begitu pentingnya bibir bagi penampilan kaum Hawa, bahkan membuat orang rela melakukan berbagai cara memerahkan bibir.

Tinggalkan Balasan