Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Ukhti, Begini Cara Mendidik Anak Shaleh (2-Habis)

0

6. Selalu membawa perlengkapan shalat

Ajarkan kepada anak untuk selalu membawa perlengkapan shalat kemanapun mereka pergi sekiranya akan melewati masuknya waktu shalat.

BACA JUGA:  Nasihat untuk Anak Perempuanku

7. Meminimalisir mendengarkan musik-musik non Islami

Minimalisir mendengarkan lagu-lagu non islami seperti lagu-lagu picisan, rock, barat, dan lain-lain. Maksimalkan membaca al-Quran berjamaah, mendengarkan kaset mu’rotal, mendengarkan kaset ceramah atau nasyid Islam.

8. Buatlah jadwal nonton TV

Hendaknya, orang tua tidak membiasakan menonton acara TV bersama anak yang tidak mengandung unsur pendidikan kepada anak, misalnya sinetron, film horor, film-film cengeng (romantika), dan lain-lain.

9. Ajarkan nilai-nilai Islam secara langsung

Ajarkan nilai-nilai Islam yang Anda kuasai secara langsung kepada anak Anda sejak dini. Sampaikan dengan bahasa-bahasa yang menarik, misalnya melalui sebuah cerita.

10. Bacakan hadits Rasulullah SAW dan ayat al-Quran

Bacakan hadits Rasulullah SAW dan ayat al-Quran, sesuai dengan kadar kemampuan si anak. Hubungkan hadits dan ayat al-Quran ketika kita memberikan nasihat atau teguran mengenai perilakunya sehari-hari.

11. Jadilah sahabat setia baginya

Perkecil menunjukkan sikap menggurui kepada anak, bersikaplah sebagai seorang sahabat dekatnya. Jadilah tempat curhat yang nyaman, sehingga permasalahan anak tidak akan disampaikan kepada orang yang salah, yang akhirnya akan memberikan solusi yang salah pula.

12. Ciptakan nuansa kehangatan

Nuansa hangat dan harmonis dalam keluarga akan memberikan kenyamanan bagi seluruh anggotanya, termasuk anak. Hal ini akan memperkecil masuknya pengaruh buruk dari luar kepada anak. Ia tidak akan mencari tempat di luar sana yang ia anggap lebih nyaman daripada di rumahnya sendiri.

13. Sampaikan dengan dengan bijak, sabar, dan tanpa bosan

Loading...

Ingat! Yang sedang Anda bentuk adalah makhluk bernyawa, bukan makhluk yang tidak bernyawa. Maka sampaikan semuanya dengan penuh kesabaran, kebijaksanaan, dan jangan pernah merasa bosan untuk mengulangnya. Jangan menggunakan kekerasan, dan hindari emosi yang akan membuat anak sakit hati.

“Dan yang utama adalah berdoa kepada Allah SWT, karena segala sesuatu kembali kepada-Nya.” []

 

 



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline