Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Teladan Muslimah, Tanda Bakti Istri kepada Suami (Bagian 1)

0

Seorang perempuan datang ke hadapan Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam lalu berkata, “Wahai Rasulullah SAW, saya mewakili kaum wanita untuk menghadap tuan (untuk menanyakan tentang sesuatu). Berperang itu diwajibkan oleh Allah hanya untuk kaum laki-laki, jika mereka terkena luka, mereka mendapat pahala dan kalau terbunuh, maka mereka adalah tetap hidup di sisi Allah. lagi dicukupkan rezekinya (dengan buah-buahan Surga). Dan kami kaum perempuan selalu melakukan kewajiban terhadap mereka (yaitu melayani mereka dan membantu keperluan mereka) lalu apakah kami boleh ikut memperoleh pahala berperang itu?”

Maka Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang bermaksud: “Sampaikanlah kepada perempuan-perempuan yang kamu jumpai bahwa taat kepada suami dengan penuh kesadaran maka pahalanya seimbang dengan pahala perang membela agama Allah. Tetapi sedikit sekali dari kamu sekalian yang menjalankannya.”

Mengingat tentang bakti istri kepada suami teringat pada kisah di jaman Rasul terdahulu. Banyaknya kisah yang menjadi teladan baik bagi para muslimah. Seperti Ibunda Khadijah yang setia kepada Rasulullah, dari mulai mempercayai kenabiannya, menyerahkan seluruh harta bendanya untuk dimanfaatkan di jalan Allah. Selain Ibunda Khadijah, adapula Ummu Dzar.

BACA JUGA: Kisah Wanita Shalehah dan Berilmu

Seorang wanita tangguh yang tak lelah terus berjuang di jalan kebenaran. Bagaimana tidak, ia bersama mengikhlaskan dirinya untuk ikut bersama suaminya meninggalkan rumahnya di kabilah Ghifar.

Suami istri itu terus menyusuri jalan dan berusaha sampai ke Madinah bersama suaminya yang dia mengikhlaskan dirinya kepadanya. Dia mendengar dari suaminya apa yang diajarkan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Keduanya belajar hikmah dan akhlak mulia dari beliau.

Ketika dia bepergian ke Damaskus, di dapatinya penduduk negeri itu lebih cenderung kepada dunia dan sangat mencintainya. Dia pergi menjumpai Mu’awiyah bin Abu Sufyan ke Damaskus. Terjadi perdebatan yang keras dan tegas antara Abu Dzar dan Mu’awiyah.

Hingga akhirnya Mu’awiyah mengadukan perdebatannya itu kepada Khalifah Utsman bin Affan.

BACA JUGA: Suamimu Adalah Surgamu atau Nerakamu

Abu Dzar berkata kepada Utsman, “Apakah engaku mengizinkan aku untuk keluar dari Madinah?”

Untuk kebaikan maka Utsman pun mengizinkan permintaan Abu Dzar. Abu Dzar pergi dan tinggal di suatu tempat bernama Rabadzah. Dia membangun masjid disana, dan Utsman pun memberinya sejumlah uang.

Tiada seorang istri pun yang rela tinggal jauh dari suaminya, maka Ummu Dzar menyusulnya dan memutuskan untuk tinggal seatap apapun yang terjadi. Meski banyak kesulitan hidup yang membuat suaminya sakit, disebabkan umur yang sudah tua serta tidak mampu menyesuaikan diri dengan cuaca disana. []

SUMBER: BUKU KEISTIMEWAAN 62 MUSLIMAH PILIHAN



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline