Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Akhir dari Salah Pergaulan

0

Seperti apa pergaulan yang salah itu?

Allah Ta’ala berfirman tentang akhir dari orang-orang yang salah bergaul:

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا، يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا، لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا

“Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang zalim menggigit dua jarinya (menyesali perbuatannya), seraya berkata, “Wahai! Sekiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan sebagai teman karibku. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur’an ketika Al-Qur’an itu telah datang kepadaku. Dan setan itu adalah penipu manusia.” [Al-Furqon: 27-29]

Beberapa Pelajaran:

1. Dalam ayat yang mulia ini terdapat peringatan untuk memilih teman yang baik dan menjauhi teman yang jelek; Karena pada hakikatnya teman yang jelek adalah setan, yang selalu mengajak untuk melakukan dosa, baik mengajak dengan ucapannya maupun perbuatannya.

BACA JUGA: Tatkala Penghuni Surga Tak Melihat Temannya di Surga…

“Dan setan itu adalah penipu manusia” maknanya setan menghiasi kejelekan hingga nampak baik di mata manusia, atau sebaliknya menjelek-jelekan kebaikan hingga nampak buruk di mata manusia, kemudian di akhirat kelak dia berlepas diri dari manusia, maka yang tersisa hanyalah penyesalan manusia yang tiada lagi berarti (lihat Tafsir As-Sa’di, hal. 581).

Kewajiban orang tua terhadap anak atau suami terhadap istri untuk memperhatikan dengan siapa anak dan istri mereka berteman.

Berapa banyak sudah orang baik yang terjerumus dalam dosa karena berteman dengan orang-orang yang suka berbuat dosa, apakah dosa syirik, bid’ah maupun maksiat.

Bahkan tidak jarang, anak baik masuk pesantren bukan menjadi lebih baik malah menjadi rusak karena berteman dengan anak-anak nakal yang ‘dibuang’ orang tuanya ke pesantren, terlebih lagi ketika si anak kehilangan kontrol orang tuanya dan para pengasuh di pondok tidak sanggup mengontrol anak-anak dengan baik.

Padahal di masa-masa seorang anak masih labil dan belum dewasa, peran orang tua sangat penting untuk memberikan pendidikan emosional, menunjukkan kasih sayang dan memperhatikan dengan siapa anak-anak mereka berteman dan terus mengawasi apa dampak dari pertemanan tersebut.

BACA JUGA: Belajar dari Berteman dengan Orang Shalih

2. Segeralah bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta’ala sebelum datang hari ketika penyesalan tiada lagi bermanfaat;

Diantara sebab terbesar yang membantu seorang hamba untuk bertaubat adalah berteman dengan orang-orang yang baik dan menjauhi teman-teman yang jelek atau lingkungan pergaulan yang tidak baik, karena hati manusia itu lemah, cepat atau lambat, sedikit atau banyak, dapat terpengaruh oleh lingkungan pergaulannya.

Termasuk pertemanan dengan orang-orang yang tidak baik di media-media sosial hendaklah diwaspadai, jangan ragu untuk menasihati dan bila perlu memblokir teman-teman di media sosial yang dapat menjerumuskan Anda dalam dosa.

Loading...

Juga termasuk teman terjelek di masa ini yang perlu dijauhi adalah Televisi dan berbagai media yang menayangkan siaran-siaran perusak iman dan takwa. Jangan biarkan diri dan keluarga Anda terkena ‘racun’ media.

3. Teman yang baik adalah yang selalu mengajak kepada kebaikan, dialah saudara yang sejati.

Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata,

أخوك من نصحك وذكرك ونبهك، وليس أخوك من غفل عنك وأعرض عنك وجاملك، ولكن أخاك في الحقيقة هو الذي ينصحك والذي يعظك ويذكرك، يدعوك إلى الله

“Saudaramu adalah yang menasihatimu, mengingatkanmu serta menegurmu, dan bukanlah saudaramu yang tidak memperhatikanmu, berpaling darimu serta menjilatmu, akan tetapi saudaramu yang hakiki adalah yang selalu menasihatimu, memberi wejangan kepadamu, mengingatkanmu serta mengajakmu kepada Allah.” [Al-Fatawa, 14/21]

4. Hendaklah bersemangat dalam mencari dan menjaga pertemanan dengan orang-orang yang baik.

Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata,

احرص على أن تصحب أناس أهل خير يرشدونك إذاغويت ويهدونك اذا ضللت ويذكرونك اذا نسيت ويعلمونك اذاجهلت

“Bersemangatlah dalam berteman dengan orang-orang baik yang senantiasa membimbingmu apabila kamu menyimpang, memberi petunjuk kepadamu apabila kamu tersesat, mengingatkanmu apabila kamu lupa, dan mengajarkanmu apabila kamu belum tahu.” [Syarhul Bukhari, 1/62]

5. Sebaik-baik teman adalah para ulama dan penuntut ilmu agama, yaitu orang-orang yang menyibukkan diri dengan ilmu yang bermanfaat, ilmu yang  berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah yang sesuai dengan Pemahaman Salaf; mereka sibuk mempelajarinya, mengamalkannya dan mengajarkannya.

Al-Imam Maimun bin Mihran rahimahullah berkata,

وجدت صلاح قلبي في مجالسة العلماء

“Aku dapati kebaikan hatiku dalam bermajelis bersama para ulama.” [Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi wa Fadlih, 1/221]

Wallahu a’alam. Semoga kita dikumpulkan dengan orang-orang shalih, dunia dan akhirat. []

 

SUMBER: SOFYAN RURAY



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline