Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Aku Sakit, Kenapa Tidak Dijenguk?

0

Mengunjungi dan menjenguk orang sakit merupakan kewajiban setiap muslim, terutama orang yang memiliki hubungan dengan dirinya, seperti kerabat dekat, tetangga, saudara yang senasab, sahabat dan lain sebagainya. Menjenguk orang sakit termasuk amal shalih yang paling utama yang dapat mendekatkan kita kepada Allah Ta’ala, kepada ampunan, rahmat dan Surga-Nya.

Aku sakit, kenapa tidak dijenguk?

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya pada hari kiamat Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

‘Hai Anak Adam, Aku Sakit, tetapi kamu tidak menjenguk-Ku.’

Dia berkata. ‘Wahai Rabb-ku, bagaimana saya menjenguk-Mu, padahal Engkau adalah Rabb semesta alam?!’

Dia berfirman, ‘Tidak tahukah kamu bahwa hamba-Ku, fulan, sakit, tetapi kamu tidak menjenguknya. Tidak tahukah kamu jika kamu menjenguknya, kamu akan mendapati Aku berada di sisinya.”

⁠BACA JUGA: Tata Cara Bersuci bagi Orang Sakit

Mengunjungi orang sakit merupakan perbuatan mulia, dan terdapat keutamaan yang agung, serta pahala yang sangat besar, dan merupakan salah satu hak setiap muslim terhadap muslim lainnya.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Sebaik-baik amal Shalih adalah agar engkau memasukkan kegembiraan kepada saudaramu yang beriman.”

Bara’ bin Azib berkata, “Rasulullah melarang dan memerintahkan kami dalam tujuh perkara: Kami diperintah untuk mengiringi jenazah, menjenguk orang sakit, memenuhi undangan menolong orang yang dizholimi, memperbagus pembagian, menjawab salam dan mendoakan orang yang bersin…”

Keutamaan-keutamaannya sebagai berikut:

1. Disiapkan surga baginya

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, ia berkata Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa menjenguk orang sakit, atau mengunjungi saudaranya seislam (karena Allah), maka akan ada yang memanggilnya, bahwa engkau telah berbuat baik dan perjalananmu juga baik serta engkau telah menyiapkan suatu tempat tinggal di dalam Surga.”

2. Berada di taman surga dan memetik buah-buahnya

Tsauban mengabarkan dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Sesungguhnya seorang muslim bila menjenguk saudaranya sesama muslim maka ia terus menerus berada di khurfatil jannah hingga ia pulang (kembali).”

Dalam lafadz lain, “Siapa yang menjenguk seorang yang sakit maka ia terus menerus berada di khurfatil jannah.” Ditanyakan kepada beliau, “Wahai Rasulullah, apakah khurfatil jannah itu?”. Beliau menjawab, “Buah-buahan yang dipetik dari surga.”

Loading...

3. Dimintakan ampun oleh para malaikat

Ali radhiallahu ‘anhu berkata, Aku pernah mendengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang muslim menjenguk muslim yang lain di pagi hari melainkan 70.000 malaikat bershalawat atasnya (memintakan ampun untuknya) hingga ia berada di sore hari. Dan jika ia menjenguknya di sore hari maka 70.000 malaikat bershalawat atasnya (memintakan ampun untuknya) hingga ia berada di pagi hari. Dan ia memiliki buah-buahan yang dipetik di dalam surga.”

4. Melembutkan hati dan membuat sering bersyukur

BACA JUGA: Penyebab Hati Kacau Tidak Menentu

Diriwayatkan bahwa ada seorang laki-laki datang kepada ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, ia berkata, “Wahai Ummul mukminin, saya mempunyai penyakit, apakah engkau mempunyai obatnya?”

‘Aisyah berkata, “Apah penyakitmu?”

Ia berkata, “Kerasnya hati.”

Maka ‘Aisyah berkata, “Obat bagimu adalah mengunjungi orang sakit dan mengiringi jenazah dan bersiap-siap terhadap kematian.” []

SUMBER: MUSLIMAFIYAH



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline