Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Belajar pada Hindun binti Atabah untuk Memilih Pria Ideal (Bagian 2 Habis)

0

Seperti halnya karakter manusia yang amat sangat beragam. Masing-masing punya keunikannya, tidak bisa dibandingkan. Dan setiap wanita muslimah harus pandai memilih pria ideal yang baik dari segi akhlak serta ilmunya. 

Lalu, bagaimana cara mencari pria ideal itu?

Hindun berkata, “Adapun laki-laki yang pertama, dia adalah tuan yang akan lenyap kemuliaannya, akan membinasakan isteri jika kelak dia tak dapat menjaga untuk senantiasa berlemah lembut dengannya setelah tadinya menolaknya, dia akan merendahkan diri dibawah lambung isterinya, jika menghasilkan keturunan menjadi anak yang bodoh, jika melahirkan maka menjadi salah karenanya.”

BACA JUGA: Belajar pada Hindun binti Atabah untuk Memilih Pria Ideal (Bagian 1)

Kemudian Hindun melanjutkan, “Urungkanlah laki-laki tersebut dariku dan tidak usah engkau sebutkan namanya kepadaku. Adapun yang satunya kelak menjadi suami yang memiliki kemerdekaan yang sebenarnya, sesungguhnya aku tertarik dengan kepribadiaannya dan aku menjadi isterinya, karena aku akan dapat bergaul dengannya dengan kesetiaanku dan sedikit kekuranganku, dan sesungguhnya dilihat dari segi nasab antara aku dengannya maka alangkah pantasnya dan tiada penghalang bagi kami untuk berumah tangga, melindungi hakikat kecantikan yang sebenarnya tanpa perwakilan dan perantara tatkala berbincang-bincang, siapakah laki-laki tersebut?”

Berkatalah ayahnya yang bernama Utbah, “Dia adalah Abu Sufyan bin Harb.”

Hindun berkata, “Nikahkanlah aku dengannya, namun jangan tergesa-gesa seperti orang yang beser jangan pula mendiktenya seperti api di tungku dan memintalah pilihan kepada Allah di langit agar memilihkan untukmu dengan ilmu-Nya terhadap qadha.”

BACA JUGA:Inilah Alasan Mengapa Pria Menikahi Wanita yang Lebih Tua

Begitulah Hindun dalam menghadapi kesulitan, dia angkat kepalanya ke atas puncak, dia tidak mau menikah dengan baik-baik, akan tetapi nantinya suaminya hanya menjadi boneka yang dia permainkan seenaknya, akan tetapi dia menghendaki seorang suami yang memiliki kepribadian, mulia dan kuat, sehingga suami tersebut dapat menjadi pendamping dirinya, bukan dirinya yang menjadi pendamping suaminya.

“Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (HR. Tirmidzi. Al Albani berkata dalam Adh Dho’ifah bahwa hadits ini hasan lighoirihi) []

SUMBER: BUKU KEJENIUSAN UMAR



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline