Breaking News
Satu Media

Memutus Tali Persahabatan (2-Habis)

Hal ini sangat wajar jika dipandang dari kacamata syariah yang tidak ada hokum haram dan halal atau dalil – dalil yang menunjukan hal tersebut. Sedangkan dari sisi kemanusiaan bahwa perbedaan watak, cara berfikir dan gaya hidup merupakan hal wajar yang terjadi pada setiap manusia.

Kami rasa perselisihan diantara kalian termasuk dalam kategori ini. Dimana perbedaan watak setiap manusia adalah hal biasa yang dapat mengakibatkan perselisihan. Ini haya gambaran umum yang terjadi dalam persahabatan manusia. Ada kalanya perseisihan itu ditimbulkan karena perbedaan umur diantara mereka, atau perubahan zaman yang menyebabkan dua insan berselisih dalam menghadapi masalah.

BACA JUGA: Kasih Sayang Para Sahabat

Pada kesempatan ini kami memberikan saran kepadamu untuk memutuskan tali persahabatan dengan sahabat yang telah lama kau kenal. Akan tetapi perlakukanlah ia seperti kau mengenalnya pertama kali. Dengan berusaha untuk mengubah dan membenarkan setiap kesalahan yang ia lakukan. Berikan nasihat bijaksana untuk membantu menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Dengan begitu, ia berpikir kau masih memperhatikan dan menghormatinya. Jika hal tersebut sudah tertanam dalam benaknya, ajaklah ia dengan cara baik – baik untuklebih memnetingkan diri dan keluargnya daripada memikirkan teman wanitanya saja.

Berikut beberapa nasihat yang harus kau sesuaikan dalam kehidupan bersama dengannya :

Jangan menyalahkan secara langsung dan membenarkan pendapat sendiri.

Sebelum kau menyalahkan dirinya, alangkah baiknya kau memujinya lebih dulu tentang kebaikan – kebaikan yang ada pada dirinya. Seperti ucapan, “saya yakin kau mampu memposisikan diri ketika memasuki dunia baru,yaitu memulai hubungan dengan seorang wanita. Tapi alangkah baiknya jika kita kembali kepada ajaran agama yang melarang hubungan antara dua insan berlainan jenis tanpa ikatan resmi.”

Berusalahah menyelesaikan masalah yang kalian hadapi dengan kecerian. Hal ini dapat meminimalisir ketegangan yang kau hadapi dengannya akhir – akhir ini.

Berikan kepadanya contoh orang – orang yang pernah mengalami hal serupa menyangkut masalah yang kalian hadapi. Jika gambaran tersebut telah kau ceritakan, jelaskan dampak yang timbul setelah itu.

Jangan tampakan kegembiraan ketika ia mengalami kegagalan atau kesalahan yang ia yakini benar sebelumnya. Dekati dan bersikap bijaklah karena saat seperti itu merupakan saat yang tepat untuk mengubah perilakunya selama ini.

Terakhir yang dapat kami sampaikan adalah bahwa mengubah perilaku seseorang adalah mutlsk ditangan Allah SWT. Dialah yang dapat mengubah hati setiap manusia. Bersabarlah dan jangan berharap perubahan itu akan terjadi pada satu malam saja. [yherdiansyah/islampos]

SUMBER : Ikhwan zone/Romantika dan gaya hidup pubertas/Yusuf Al-Qaradhawi/penerbit : Zikrul Hakim



Artikel Terkait :

About Humaira

Dengan Ilmu, samudera luas mampu engkau arungi

Check Also

Sebaiknya Lakukan Hal Ini saat Mendengar Adzan

Jika kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh muadzin. Kemudian bershalawatlah untukku. Karena siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat padanya (memberi ampunan padanya) sebanyak sepuluh kali.

Tinggalkan Balasan