Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Saat Kesal pada Pasangan Menghampiri

0

Oleh : Lusiana Rachmawati

Sebuah rumah tangga yang dibangun pasti memiliki beberapa kendala di dalamnya. Terlebih jika pernikahan yang dibangun dengan dasar dakwah, pasti sebelumnya kita tidak mengenal lebih dalam pasangan kita.

Perjalanan waktu dan bertambahnya tanggung jawab akan membuat sebuah jalinan rumah tangga semakin dewasa. Layaknya sebuah bangunan yang harus dipelihara, rumah tangga pun harus dipelihara agar terjalin keharmonisannya.

BACA JUGA: Berumah Tangga Adalah Ibadah Terlama

Biasanya seorang istri baru tau sifat-sifat asli pasangannya setelah menikah. Misalnya suami tidak romantis, serba praktis, menggampangkan semua masalah, bahkan terkesan cuek. Seringkali itulah yang menyebabkan timbulnya permasalahan pada masa awal pernikahan. Yang akhirnya timbul kekecewaan karena suami tidak se-ideal yang dibayangkan.

Mungkin kita pernah dengar bahwa membangun lebih sulit daripada memelihara. Begitu juga yang terjadi dalam pernikahan. Rasa kesal yang timbul pada pasangan harus dikaitkan terhadap konsep pemeliharaan pernikahan. Jangan sampai rasa kesal tersebut sampai berlarut-larut hingga meruntuhkan bangunan yang sudah kita bangun susah payah.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk memelihara apa yang telah kita bangun tersebut. Pertama saat kita merasa kesal, pertama kali ingatlah kebaikan-kebaikan yang pernah pasangan kita lakukan. Kedua, mengedepankan peran masing-masing tanpa mengedepankan tuntutan tapi saling menghargai, berempati, dan bekerja sama. Ketiga, senantiasa memperbaharui visi dan misi berumah tangga.

Sebuah rumah tangga tentu tidak hanya bisa dibangun dengan semangat dakwah, sementara aplikasinya jauh dari kenyataan. Inilah yang harus kita evaluasi. Jika menikah dalam dakwah, kita dipertemukan oleh kekuatan dakwah, maka dalam kerangka dakwah pula kita harus menyadari bahwa pasangan hidup adalah titipan ilahi. Dimana dalam pernikahan tersebut menjadi washilah bagi setiap istri dan suami untuk beramal shaleh.

Jadi, jika pada masa-masa awal pernikahan diibaratkan sebagai masa pacaran, masa pengenalan. Selanjutnya adalah masa sepasang suami istri sebagai teman. Tentunya bukan teman biasa tetapi teman mesra. Inilah yang harus sering dipelihara. Sehingga cinta yang sudah dipupuk sejak lama menjadi subur dan berkembang serta tetap memberikan energi positif. Hanya cinta yang tetap dijagalah yang akan memberikan semangat dan kekuatan bagi pemiliknya. []



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline